SURABAYA - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menggelar reses perdana di Tahun 2026 dengan menyapa warga Tambak Osowilangun, yang merupakan kawasan perbatasan Surabaya dengan Gresik pada Kamis, (12/2/2026).
Reses dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai remaja hingga orang tua. Warga antusias mengikuti paparan yang disampaikan Yona Bagus Widyatmoko.
“Wilayah perbatasan seperti ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujar politisi yang akrab disapa Cak Yebe dalam keterangan tertulisnya, sabtu (14/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Cak Yebe memfokuskan pembahasan pada pentingnya validitas data melalui DTSEN sebagai dasar penyaluran bantuan sosial. Ia menjelaskan, akurasi data menentukan apakah bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Baca Juga : Komisi A DPRD Surabaya Dukung Rotasi 78 Pejabat Pemkot
“Data itu penting supaya bantuan tepat sasaran. Kalau datanya tidak akurat, yang seharusnya menerima bisa terlewat, dan yang tidak berhak justru masuk,” tutur Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Cak Yebe juga mengimbau warga untuk terbuka saat proses pendataan berlangsung. Oleh karena itu, Ia meminta masyarakat menerima petugas atau surveyor DTSEN yang datang melakukan verifikasi lapangan.
“Kalau ada petugas survei datang, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” kata pemegang Dan II Jiu-Jitsu ini.
Baca Juga : Komisi A DPRD Surabaya Dukung WFH ASN Pemkot Setiap Hari Jumat
Partisipasi aktif warga, lanjutnya, menjadi kunci agar kebijakan sosial berbasis pada kondisi riil di lapangan. Dengan data yang diperbarui secara berkala, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat dan terukur.
“Kami ingin warga ikut mengawal. Pastikan datanya sesuai kenyataan, karena dari situlah kebijakan bantuan disusun,” lanjutnya.
Selain sosialisasi, Cak Yebe juga menyerahkan bantuan berupa terop, kursi, dan meja untuk mendukung kegiatan sosial warga. ingin bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pertemuan RT, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan.
Baca Juga : Cak Yebe Minta Pemkot Surabaya Tunda Penandaan Bangunan Terdampak Pelebaran Sungai Kalianak
“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga bisa menunjang kegiatan warga sehari-hari,” ujar Cak Yebe.
Selain itu, Ia juga memberikan mesin pemotong rumput untuk menunjang kebersihan lingkungan. Fasilitas ini diharapkan memperkuat budaya gotong royong di kawasan perbatasan.
Tak hanya itu, untuk pemberdayaan ekonomi, Cak Yebe menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta untuk membeli mesin jahit kepada pelaku UMKM jahit RT setempat. Bantuan ini ditujukan agar usaha warga semakin produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Baca Juga : Viral LPMK Manukan Wetan Minta THR, Cak YeBe Imbau Seluruh LPMK Surabaya Jaga Etika
“UMKM harus kita dorong terus. Dengan alat yang memadai, usaha ibu-ibu penjahit bisa berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga,” kata Cak Yebe.
Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Dia menyebut kelompok UMKM jahit di lingkungannya selama ini masih kekurangan fasilitas.
“Makasih saya sampaikan pada Pak Yona atas bantuan mesin jahitnya karena kita UMKM penjahit ada empat orang belum mencukupi fasilitasnya. Insya Allah nanti uang dari Pak Yona saya belikan mesin yang bisa bikin lubang kancing,” ujarnya.
Baca Juga : Ketua Komisi A DPRD Surabaya Cak Yebe : 181 Ribu Lebih KK Belum Terverifikasi
Menurutnya, selama ini kelompoknya sudah memiliki beberapa mesin jahit dan obras, namun belum mempunyai mesin khusus pembuat lubang kancing. Hal itu membuat mereka harus keluar daerah untuk menyelesaikan pesanan.
“Kita masih punya mesin jahit hitam sama obras. Biasanya lubang kancing ke Gresik, Pak, satu kancing itu Rp1.000. Sekarang alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” katanya.
Lailatul Rahimah, anggota UMKM jahit di lingkungannya berjumlah empat orang dalam satu RT. Mereka menerima berbagai pesanan, mulai dari seragam hingga permak pakaian.
“Sangat terbantu, alhamdulillah sangat. Selama ini dari pemerintah belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi ini benar-benar membantu usaha kami,” pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















