SITUBONDO - Ribuan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, yang berasal dari Madura, mulai pulang kampung menjelang bulan suci Ramadan. Kepulangan santri dilakukan secara bertahap melalui Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Senin (9/2/2026). Pada hari yang sama, santri putra asal Pulau Sapudi diberangkatkan pada pagi hari, disusul santri putra asal Pulau Kangean pada siang hari.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, turut hadir dan melepas langsung keberangkatan santri asal Pulau Kangean di Pelabuhan Jangkar. Sekitar 165 santri diberangkatkan menggunakan KMP Munggiyango Hulalo.
Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi menyebut, kepulangan santri dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan laut.
"Hari ini kami memantau 165 lebih santri putra dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo yang pulang berjamaah ke pulau Kangean. Pemerintah Kabupaten Situbondo mengecek kesiapan dan memastikan keamanan, dan seluruhnya, mengantar adik-adik santri putra sampai di dermaga pelabuhan jangkar," ujar Mbak Ulfi.
Mbak Ulfi menambahkan, kepulangan santri ke sejumlah kepulauan di Madura tersebut difasilitasi secara gratis melalui kerja sama Ikatan Alumni Santri Salafiyah Syafiiyah (IKSAS) Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Pihak pesantren menyatakan, kepulangan santri merupakan agenda rutin menjelang Ramadan sebagai bagian dari masa libur sekaligus pengabdian di kampung halaman.
Selama sekitar 50 hari, santri menjalani tugas Santri Kerja Nyata (SKN) dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta menjaga nama baik pesantren di tengah masyarakat.
"Selama liburan di kampung halaman, kami melakukan kegiatan Santri Kerja Nyata sesuai petunjuk dari pesantren," ujar Azizi, salah satu santri.
Proses kepulangan santri dilakukan secara bertahap dan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah bersama pihak pesantren terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kepulangan berjalan aman dan lancar.
"Besok kepulangan ke Kangean akan diikuti lebih dari 430 santri putri. Sementara kepulangan ke Pulau Raas dijadwalkan pada pagi hari dengan jumlah sekitar 173 santri putri," pungkas Mbak Ulfi. (*)
Editor : A. Ramadhan



















