SIDOARJO - Angin segar regenerasi bertiup di tubuh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Politisi muda sekaligus anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, M. Rafi Wibisono, resmi dipercaya memegang tongkat kepemimpinan DPAC PKB Sedati dengan membawa visi besar: "Naik Kelas".
Rafi menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, PKB Sedati tidak boleh lagi terjebak dalam kegiatan yang sekadar seremonial belaka. Ia berkomitmen membawa partai bergerak dari sekadar kata-kata menjadi kerja nyata yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat akar rumput.
"Generasi muda bukan hanya pelengkap organisasi, melainkan investasi masa depan. Terima kasih kepada PKB yang telah memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader muda untuk tampil dan mengambil tanggung jawab kepemimpinan," ujar Rafi.
Ujung Tombak dan Mesin Politik Akar Rumput
Sebagai kawasan strategis dengan 16 desa yang berkembang pesat di sekitar Bandara Internasional Juanda, Sedati memerlukan pendekatan politik yang responsif. Rafi menekankan bahwa kepengurusan tingkat kecamatan merupakan ujung tombak partai dalam menyerap aspirasi warga sehari-hari, bukan hanya saat momentum pemilu.
"PKB Sedati harus naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan berdampak, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata. PKB harus hadir setiap saat mendengar persoalan warga dan ikut mencari jalan keluar," tegasnya.
Visi yang diusung Rafi sejalan dengan agenda strategis PKB dalam menempatkan pemuda sebagai aktor kunci menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Rafi yang juga wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sidoarjo, Buduran, dan Sedati bertekad menjadikan DPAC PKB Sedati sebagai wadah konsolidasi dan kaderisasi yang solid.
"Ukurannya sederhana, bukan seberapa banyak kegiatan yang digelar, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan. Kita ingin politik yang hadir, bukan sekadar politik yang bicara," pungkas Rafi.
Editor : Iwan Iwe



















