SURABAYA - Persebaya Surabaya memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-99 dengan berziarah ke makam pendiri klub, Mas Pamoedji, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Tembok, Surabaya, Kamis pagi. Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang berjasa dalam sejarah berdirinya Persebaya.
Sejumlah perwakilan manajemen dan ofisial tim turut serta dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten Pelatih Persebaya Uston Nawawi serta tiga pemain, yakni Koko Ari Araya, Rachmat Irianto, dan Toni Firmansyah. Mereka mengirimkan doa serta menaburkan bunga di makam Mas Pamoedji dan istrinya.
Uston Nawawi mengatakan ziarah ke makam pendiri Persebaya telah menjadi tradisi yang rutin dilakukan setiap peringatan hari jadi klub. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah membangun fondasi Persebaya hingga menjadi salah satu klub terbesar di Indonesia saat ini.
"Jangan sampai kita melupakan sejarah. Kita harus tetap menghormati jasa para pendiri yang telah berjuang untuk berdirinya Persebaya," ujarnya.
Baca Juga : Rachmat Irianto Jalani Operasi Lutut Kanan, Dokter Persebaya Beberkan Alasannya
Selain memanjatkan doa untuk almarhum, Uston berharap HUT ke-99 membawa keberkahan bagi Persebaya dalam menghadapi kompetisi musim depan. Menurutnya, usia 99 tahun menjadi pengingat bahwa Bajul Ijo memiliki sejarah panjang yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.
Senada dengan Uston, pemain Persebaya Rachmat Irianto menilai ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada pendiri klub. Putra legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, itu juga berharap timnya mampu menunjukkan performa yang lebih baik pada musim mendatang.
"Semua tim ingin menjadi juara. Tapi jika memiliki motivasi tinggi dan tujuan yang sama, insyaallah target itu bisa diwujudkan," kata Rachmat.
Baca Juga : Persebaya Tantang Persija, Rachmat Irianto Bertekad Ulang Kenangan Manis di SUGBK
Mas Pamoedji tercatat lahir di Blitar pada 28 Februari 1905 dan wafat di Surabaya pada 23 Oktober 1951. Pada masa perjuangan kemerdekaan, ia dikenal sebagai aktivis sekaligus tokoh yang mendirikan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) pada 18 Juni 1927 sebagai wadah perkembangan sepak bola di Surabaya.
Dalam perjalanannya, SIVB kemudian berganti nama menjadi Persebaya. Klub asal Kota Pahlawan tersebut juga memiliki peran penting dalam sejarah sepak bola nasional karena menjadi salah satu tim yang turut membidani berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930.(Luluk Listiani)
Editor : Iwan Iwe



















