NGAWI - Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program bantuan pangan di Kabupaten Ngawi mengalami penambahan yang cukup signifikan, sehingga pihak Perum Bulog Cabang Madiun langsung bergerak cepat untuk memastikan proses penyaluran cadangan pangan tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib, serta tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data resmi yang dirilis, jumlah warga Kabupaten Ngawi yang tercatat sebagai penerima program bantuan pangan mengalami kenaikan sebanyak 603 Keluarga Penerima Manfaat, sehingga total keseluruhan penerima yang sebelumnya berada di angka 166.903 KPM kini resmi bertambah menjadi 167.506 KPM secara keseluruhan.
Pimpinan Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan secara rinci bahwa penentuan seluruh daftar penerima bantuan sosial pangan ini murni didasarkan pada data terpadu yang dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat melalui lembaga resmi Badan Pangan Nasional atau Bapanas.
"Hari ini kita melaksanakan launching penyaluran cadangan bantuan pangan alokasi Juni yang per September 2026 di Kelurahan Ketangi, Kecamatan Ngawi, bersama dengan Bapak Bupati Ngawi. Alhamdulillah Bapak juga sudah bisa menyalurkan secara langsung dan simbolis kepada masyarakat penerima bantuan pangan," ujar Agung Sarianto.
Meski di beberapa daerah lain tren jumlah penerima bantuan sosial terpantau mengalami penurunan, wilayah Kabupaten Ngawi justru mencatatkan adanya pertumbuhan jumlah penerima yang berimbas langsung pada penambahan alokasi logistik beras yang harus disalurkan oleh pihak Perum Bulog di lapangan.
"Untuk penerima bantuan pangan sendiri di Kabupaten Ngawi, periode ini adalah 167.506 penerima bantuan pangan. Jadi, nantinya masing-masing penerima bantuan pangan akan menerima 10 kg per alokasinya, tuturnya.
Jadi, pada saat pembagian, penerima bantuan pangan akan menerima langsung 30 kg beras. Jadi, total beras yang akan tersebar, tersalurkan di Kabupaten Ngawi setelah selesai semuanya adalah 5 ribu ton," lanjutnya.
Pelaksanaan program penyaluran bantuan pangan untuk periode kali ini dirapel dan mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni untuk jatah bulan Juli, Agustus, hingga September, di mana setiap bulannya masing-masing KPM berhak mendapatkan jatah sebanyak 10 kg beras murni tanpa tambahan paket minyak goreng.
"Memang untuk yang periode bantuan pangan saat ini, kami menerima perintahnya, kami menerima mandatnya dari pemerintah adalah hanya menyalurkan beras saja, minyaknya tidak ada. Untuk kebijakannya tetap sama di pusat, seperti itu," tambah Agung.
Akumulasi total keseluruhan bantuan pangan berupa komoditas beras berkualitas yang harus disalurkan ke seluruh penjuru wilayah Kabupaten Ngawi mencapai 5 ribu ton lebih, di mana proses distribusinya kini telah mulai digenjot secara berturut-turut demi mengejar target waktu yang telah ditetapkan.
"Kita mulai hari ini berturut-turut. Nanti insya Allah kita akan selesaikan di pertengahan bulan September, tanggal 14 atau tanggal 15 September sudah selesai. Karena target dari pusat sendiri, dari Badan Pangan Nasional, bantuan pangan ini harus selesai di tanggal 30 September, seperti itu," pungkasnya.
Editor : Iwan Iwe



















