Gelaran konser terbaru dari grup K-Pop legendaris BIGBANG yang seharusnya menjadi momen perayaan meriah bersama para fans kini justru menuai sorotan tajam dan kekecewaan mendalam. Acara yang dipenuhi antusiasme tinggi tersebut diwarnai gelombang keluhan dari para penonton yang menyoroti buruknya manajemen tata letak panggung serta lemahnya sistem pengawasan keamanan di dalam area pertunjukan sepanjang jalannya acara.
Kondisi di dalam tempat pelaksanaan konser sempat diwarnai ketegangan ketika situasi keamanan mulai tidak terkendali. Dalam sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas aksi beberapa kelompok penonton yang nekat berdiri di atas kursi demi mendapatkan pandangan yang lebih jelas. Tak hanya itu, tidak sedikit pula penonton yang memilih meninggalkan area tempat duduk resmi mereka untuk berdesak-desakan maju mendekati batas panggung utama. Aksi tidak tertib ini dinilai sangat membahayakan keselamatan fisik pengunjung lain dan membuat petugas keamanan di lokasi kewalahan dalam mengendalikan situasi lapangan.
Selain masalah kedisiplinan dan keamanan, aspek teknis berupa tata letak panggung juga memicu kemarahan publik di forum online Korea, Theqoo. Penggemar yang telah merogoh kocek cukup dalam untuk membeli tiket kelas premium Floor RF1/F2 seharga 250.000 won (atau sekitar Rp2,9 juta) mengaku sangat dirugikan karena hampir tidak bisa melihat penampilan idola mereka akibat konstruksi panggung utama yang dibuat terlalu tinggi. Para penonton di kategori mahal tersebut menyayangkan sikap penyelenggara yang tidak memberikan peringatan awal mengenai potensi pandangan terbatas (restricted view), padahal porsi terbesar dari jalannya konser yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut sepenuhnya dieksekusi di atas panggung utama.
Rentetan permasalahan ini mendadak memicu gelombang kekhawatiran yang masif di kalangan komunitas penggemar internasional. Mengingat BIGBANG dijadwalkan akan melanjutkan tur konser mereka ke berbagai negara, publik mendesak pihak promotor dan penyelenggara utama untuk segera mengevaluasi kekacauan ini secara transparan. Para fans menuntut perbaikan menyeluruh pada desain panggung, penataan sudut pandang kursi penonton, serta peningkatan standar pengamanan ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada rangkaian konser mendatang. (Nailah Varahita)
Editor : Iwan Iwe



















