MADIUN - Ribuan santri dari pondok pesantren di wilayah Kabupaten Madiun mengikuti apel akbar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Alun-Alun Reksogati, Caruban. Mereka dengan semangat mengikuti apel yang dipimpin langsung oleh penjabat Bupati Madiun serta dihadiri Forkopimda setempat.
Menyambut tahun Pemilu 2024, pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun menegaskan bahwa NU menghargai setiap perbedaan.
Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Madiun, Kiai Haji Mohammad Munir menyampaikan di kondisi tahun politik 2024 mendatang sikap NU akan tetap diposisi netral.
“PCNU Kab. Madiun terkait dengan pilkada memposisikan yang netral karena ini adalah organisasi yang di atas semua partai politik, di atas semua kepentingan,” ujarnya.
Para santri berhak dan bebas menentukan pilihan masing-masing. Namun, yang harus diingat bahwa apapun perbedaan pilihan pada pemilu nanti, identitas santri harus menjadi perekat umat dan tetap satu nusa dan satu bangsa.
Sebagaimana jargon yang digaungkan tahun ini yaitu jihad santri jayakan negeri, para santri harus bisa menjalin kerjasama dengan seluruh instansi dan elemen yang ada di masyarakat. Harapannya dengan soliditas tersebut kedepannya bisa membangun Indonesia lebih baik lagi. (Tova Pradana)
Editor : M Fakhrurrozi