MAGETAN - Ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di Pasar Sayur Magetan mulai membaik dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi setelah distributor resmi menambah frekuensi pengiriman dari semula satu kali menjadi dua kali dalam sepekan. Meski stok dinilai aman, pedagang berharap distribusi MinyaKita kemasan satu liter diperbanyak karena paling banyak dicari masyarakat.
Salah seorang pedagang di Pasar Sayur Magetan, Haji Wakidah, mengatakan distribusi MinyaKita kini dilakukan setiap Senin dan Kamis. Penambahan jadwal pengiriman membuat stok lebih terjaga sehingga pedagang tidak lagi khawatir kehabisan barang saat permintaan meningkat.
Selain frekuensi distribusi yang bertambah, jumlah pasokan dalam setiap pengiriman juga meningkat. Jika sebelumnya pedagang hanya menerima sekitar 25 dus dalam sekali distribusi, kini jumlahnya mencapai sekitar 50 dus. Namun, sebagian besar pasokan masih didominasi MinyaKita kemasan dua liter.
Menurut Haji Wakidah, konsumen justru lebih banyak mencari kemasan satu liter karena harganya lebih terjangkau dan sesuai dengan kemampuan belanja masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Baca Juga : BUMN Pangan Jalankan Pembagian Kuota Nasional Sesuai Mandat Pemerintah
"Sekarang stok sudah lancar dan pengiriman dua kali seminggu. Namun, yang paling banyak dicari pembeli tetap kemasan satu liter. Kami berharap distribusinya bisa diperbanyak agar kebutuhan masyarakat terpenuhi," ujar Haji Wakidah.
Saat ini, MinyaKita kemasan satu liter dijual sekitar Rp16.000 per kemasan pouch, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700. Pedagang mengaku kesulitan menyediakan uang kembalian sebesar Rp300 sehingga harga dibulatkan menjadi Rp16.000.
Sementara itu, MinyaKita kemasan dua liter dijual seharga Rp31.500, atau hanya terpaut Rp100 dari HET yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga : Harga Bawang Putih Naik, Bawang Merah Anjlok di Pasar Tradisional Magetan
Pedagang menilai harga MinyaKita yang masih lebih murah dibandingkan minyak goreng merek lain membuat produk tersebut tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Karena itu, mereka berharap pemerintah dan distributor dapat terus menjaga pasokan sekaligus menambah distribusi kemasan satu liter agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Editor : JTV Madiun

















