NGAWI - Usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tingkat pengurusan pajak kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat Ngawi mengalami peningkatan signifikan. Dalam satu hari, jumlah wajib pajak yang datang untuk mengurus administrasi kendaraan mencapai hingga 800 orang.
Pantauan di Kantor Bersama Samsat Ngawi yang berlokasi di Jalan Hasanuddin, Kota Ngawi, Jawa Timur, menunjukkan ratusan warga memadati area pelayanan sejak pagi hari. Mereka harus mengantre untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor, baik pajak tahunan maupun penggantian pelat nomor lima tahunan.
Kanit Regident Satlantas Polres Ngawi, Ipda Ari Setiawan, mengatakan lonjakan jumlah wajib pajak ini terjadi setelah libur panjang Nataru.
“Setelah libur Natal dan Tahun Baru, jumlah wajib pajak yang datang ke Samsat meningkat cukup signifikan. Jika pada hari normal sekitar 500 orang per hari, sekarang bisa mencapai sekitar 800 wajib pajak setiap harinya,” ujar Ipda Ari Setiawan.
Baca Juga : Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan di Aliran Bengawan Madiun
Ia menambahkan, mayoritas warga yang datang melakukan pengurusan pajak tahunan kendaraan bermotor. Pihaknya juga memprediksi peningkatan jumlah pengunjung masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Sebagian besar mengurus pajak tahunan, dan kami perkirakan lonjakan ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu wajib pajak, Purwanti, mengaku harus mengantre cukup lama untuk menyelesaikan pembayaran pajak kendaraannya. Ia datang sejak pagi hari agar bisa segera mendapatkan pelayanan.
Baca Juga : DPRD Ngawi Prihatin Tingginya Angka Putus Sekolah di Ngawi
“Saya datang dari jam sembilan pagi untuk bayar pajak tahunan. Antrenya memang cukup panjang, tapi masih tertib dan pelayanannya juga lancar,” kata Purwanti.
Meningkatnya jumlah pengurusan pajak kendaraan ini menunjukkan kesadaran masyarakat Kabupaten Ngawi dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor tergolong cukup tinggi. Pihak Samsat pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan dengan tertib dan datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang.
Editor : JTV Madiun



















