NGAWI - Puluhan mantan anggota kelompok Jemaah Islamiyah dan mantan narapidana terorisme (napiter) mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama ratusan santriwati di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Ngawi.
Upacara berlangsung di salah satu pondok pesantren di Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Senin (17/8/2026). Sebanyak 87 mantan anggota Jemaah Islamiyah dan mantan narapidana terorisme mengikuti upacara bersama ratusan santriwati.
Dengan mengenakan pakaian batik dan peci berhias pita merah putih, para peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat. Mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kehadiran para mantan anggota kelompok tersebut merupakan bentuk keinginan dan kesadaran untuk kembali serta berkontribusi kepada negara. Kegiatan itu juga digelar atas undangan pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kementerian Agama, serta perwakilan TNI dan Polri setempat.
Baca Juga : Ketua MPR RI Tegaskan Transformasi Menuju Pesantren yang Adaptif dan Berdaya Saing
Salah satu mantan anggota kelompok Jemaah Islamiyah, Arya Auliya Rohman, mengaku kegiatan tersebut menjadi kali keempat dirinya mengikuti upacara peringatan kemerdekaan bersama rekan-rekannya.
Menurutnya, terdapat rasa haru dan kebahagiaan tersendiri saat mengikuti upacara kemerdekaan, terlebih setelah mereka kembali menyatakan kesetiaan kepada NKRI.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama, M. Khoirul Rifai, mengatakan kegiatan upacara bersama para santriwati, mantan anggota Jemaah Islamiyah, dan mantan napiter menjadi wujud bahwa NKRI memberikan ruang bagi siapa pun yang ingin kembali dan berbakti kepada negara.
Baca Juga : Hampir Tiga Dekade Beraksi, Pengasuh Ponpes di Bantur Malang dan Putranya Ditangkap Diduga Cabuli Santriwati
Upacara kemerdekaan yang melibatkan mantan anggota Jemaah Islamiyah tersebut juga telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikrar bersama untuk kembali kepada NKRI dan memperkuat komitmen menjaga persatuan Indonesia.
Editor : JTV Madiun



















