LUMAJANG - Di tengah dampak erupsi Gunung Semeru yang menghancurkan rumah dan menghabiskan harta benda warga, seorang mudin di Kabupaten Lumajang tetap berjuang mencari puluhan dokumen penting milik warganya yang tertimbun material erupsi. Dokumen tersebut berupa buku nikah dan akta cerai yang tersimpan di rumahnya sebelum erupsi 19 November 2025 lalu.
Mudin bernama Rusnadi (50) ini harus meminta bantuan alat berat untuk memindahkan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur akibat tertimbun material erupsi. Setelah itu, ia dibantu keluarga dan sejumlah relawan menyisir sisa reruntuhan menggunakan alat seadanya seperti tongkat dan cangkul untuk mencari berkas-berkas penting tersebut.
Sebelum erupsi, puluhan dokumen keagamaan itu disimpan rapi dalam kotak khusus. Sebagai mudin, Rusnadi menjadi jembatan warga dalam pengurusan pernikahan, perceraian, serta berbagai kegiatan keagamaan. Karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral besar atas keselamatan dokumen-dokumen tersebut.
Rusnadi mengaku pencarian hingga kini belum membuahkan hasil. Namun ia tetap bertekad untuk terus berusaha.
“Hari ini saya berjumpa dengan tim evaluator dan rencana saya mencari dokumen berupa akta cerai dan buku nikah, namun sampai saat ini belum ditemukan. Rencana saya cuma bagaimana menemukan dan berusaha semaksimal mungkin karena menduplikat cukup susah. Saya juga berterima kasih kepada para relawan dan kepolisian yang membantu evakuasi dokumen saya,” ujarnya.
Sementara itu, selama masa tanggap darurat erupsi Semeru, tim gabungan TNI, Polri, dan relawan terus membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dari kawasan terdampak yang masih masuk zona merah dan dinilai berbahaya. Upaya pencarian dokumen dan pemulihan pascabencana pun masih terus dilakukan. (Fadillah Putri)
Editor : M Fakhrurrozi



















