JAKARTA - Industri perfilman nasional resmi mencetak sejarah baru. Film komedi fenomenal Agak Laen 2: Menyala Pantiku! berhasil dinobatkan sebagai film terlaris sepanjang masa di Indonesia setelah melampaui rekor jumlah penonton Avengers: Endgame. Pencapaian ini menjadi tonggak penting, di mana karya lokal mampu mengungguli film blockbuster Hollywood di pasar domestik.
Berdasarkan data dari Cinepoint, film ini mengumpulkan 10.980.141 penonton hingga hari ke-104 penayangan pada Selasa (10/3/2026). Angka tersebut terus merangkak naik hingga menyentuh 10.980.933 penonton per 11–12 Maret 2026, sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak tertinggi box office nasional.
Menggeser Dominasi Hollywood
Sebelumnya, rekor film dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia dipegang oleh Avengers: Endgame sejak perilisannya pada 2019 dengan total 10.976.338 penonton. Setelah bertahan selama tujuh tahun, dominasi film pahlawan super besutan Marvel tersebut akhirnya resmi dilampaui oleh empat komika asal Indonesia.
Kesuksesan ini tak lepas dari daya tarik kuartet Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Keempatnya memang memiliki basis penggemar yang sangat kuat lewat panggung stand-up comedy maupun konten digital mereka yang konsisten meledak di pasaran.
Dalam sekuel ini, mereka berperan sebagai empat detektif amatir yang terancam dipecat akibat rentetan kegagalan tugas. Sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan karier, mereka menyamar menjadi perawat di sebuah panti jompo demi memburu buronan kasus pembunuhan anak wali kota. Penyamaran tersebut justru memicu berbagai situasi absurd yang memadukan ketegangan dengan komedi segar khas personel "Agak Laen".
Selain faktor kualitas konten, durasi penayangan yang mencapai lebih dari tiga bulan menjadi kunci utama film ini terus menambah pundi-pundi penonton. Antusiasme masyarakat yang tetap tinggi meski telah berminggu-minggu tayang memperlihatkan bahwa kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari menjadi magnet kuat bagi penonton Indonesia.
Pencapaian luar biasa Agak Laen 2: Menyala Pantiku! memberikan sinyal positif bagi perkembangan industri film tanah air. Hal ini membuktikan bahwa film produksi dalam negeri memiliki daya saing yang setara, bahkan lebih tinggi, dibandingkan film internasional di pasar sendiri. Dengan dukungan penonton yang terus meningkat, peluang film lokal untuk mendominasi industri perfilman nasional kini semakin terbuka lebar. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















