JOMBANG - Puluhan Santri Ponpes Sholawat Darut Taubah, di Desa Betek Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang mengalami gejala keracunan, Kamis (5/3/2026) malam.
Mereka mengeluhkan mual, muntah hingga jatuh pingsan. Peristiwa ini terjadi sesaat para santri makan menu berbuka nasi rawon dan menu kering berupa telur asin, kacang kacangan, dan buah dari kiriman dari SPPG setempat.
Polisi yang mendapatkan informasi kejadian ini, langsung ke lokasi. Polisi juga mengirim sampel makanan ke BBPOM di Surabaya.
"Kita sudah ambil sampel makanan untuk di bawa laboratorium di Surabaya," ujar Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, saat ditemui di lokasi, Jum'at (6/4/20206) dini hari.
Baca Juga : Diduga Keracunan MBG, 18 Siswa SDN Demangan 01 Madiun Dilarikan ke Rumah Sakit
Dari hasil pemeriksaan saksi dan korban, sebelum mengeluh para santri menikmati buka puasa rawon yang dimasak pihak pesantren. Kemudian sebagian lauknya terdiri dari telur asin, dan cemilan berupa kacang kacangan buah pisang dan pir kiriman Menu Bergizi Gratis (MBG) kiriman SPPG setempat.

Tidak berselang lama usai berbuka, satu persatu santri berjatuhan. Mulai dari mual, muntah bahkan pingsan. Durasi gejala yang dialami santri begitu cepat dan masal. Sehingga ambulan desa dan layanan medis yang datang terasa menegangkan.
Baca Juga : Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Pingsan, Diduga Keracunan Rawon Saat Berbuka Puasa
"Untuk penyebabnya masih menunggu hasil lab dari sampel makanan yang sudah diamankan," kata Kapolres.
Sementara itu, Azza Khoirun Nisa, salah satu santri mengungkapkan bila temannya langsung muntah dan pingsan usai makan rawon dan makanan tambahan menu MBG.
“Setelah makan nasi rawon, telur asin, kacang-kacangan, dan buah banyak teman-teman langsung muntah dan lemas, ada yang tidak sadarkan diri. Kejadiannya setelah magrib, beberapa menit setelah berbuka,” ujar Nisa.
Baca Juga : Puluhan Siswa SD di Tulungagung Keracunan, Diduga Usai Santap MBG
Nisa menyebut kejadian itu berlangsung cepat dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan pesantren.
“Kami panik, karena sebelumnya semua baik-baik saja, tiba-tiba banyak yang drop dalam waktu singkat,” katanya.
Dari 84 santri di pondok ini tercatat 31 santri harus menjalani perawatan. Mereka saat ini masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah. Kondisi para santri mulai tampak membaik setelah mendapat perawatan. (*)
Baca Juga : Insiden Kesehatan di SMK Sore Tulungagung, SPPG Sampaikan Permohonan Maaf
Baca Juga : Jumlah Korban Keracunan Soto Ayam MBG di Mojokerto Capai 152 Pelajar
Editor : M Fakhrurrozi



















