KABUPATEN MADIUN - Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus menggenjot penyaluran bantuan pangan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Hingga saat ini, realisasi distribusi bantuan di wilayah tersebut telah mencapai 77 persen dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI, Andriko Noto Susanto, melakukan monitoring langsung penyaluran bantuan pangan di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.
Program bantuan pangan ini merupakan program nasional dengan sasaran 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret.
Secara umum, realisasi penyaluran di Jawa Timur masih berada di angka sekitar 16 persen, sementara secara nasional mencapai 12 persen. Pemerintah menargetkan seluruh distribusi dapat selesai sebelum akhir April 2026.
Baca Juga : Kejar Target 33,2 Juta KPM, Bapanas Pastikan Bantuan Pangan di Madiun Tetap lancar
“Kami optimistis penyaluran bantuan pangan ini bisa selesai sesuai target. Pemerintah terus memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Andriko Noto Susanto.
Di Kabupaten Madiun sendiri, penyaluran bantuan telah mencapai sekitar 1.600 ton beras atau 77 persen dari total alokasi. Khusus di Desa Buduran, tercatat sebanyak 557 KPM telah menerima bantuan tersebut.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, memastikan proses distribusi di wilayahnya berjalan dengan baik meski terdapat beberapa kendala teknis.
Baca Juga : Kasus Suspek Campak Meningkat di Madiun, Hasil Lab 52 Balita Masih Ditunggu
“Secara umum tidak ada kendala berarti di lapangan. Distribusi tetap berjalan lancar dan kami terus berkoordinasi agar penyaluran bisa segera tuntas,” jelas Agung.
Meski demikian, pihaknya mengakui adanya kendala teknis berupa kenaikan harga plastik yang berdampak pada pengadaan karung untuk kemasan bantuan. Namun, pemerintah memastikan hal tersebut tidak menghambat proses distribusi secara keseluruhan.
Saat ini, masih terdapat sekitar lima kecamatan di Kabupaten Madiun yang belum tersalurkan bantuan pangan. Pemerintah menargetkan seluruh proses distribusi dapat rampung pada 23 April 2026.
Editor : JTV Madiun



















