Menu
Pencarian


Mengenal Black Ant Mixed Martial Art: Dari 5 Anggota, Kini Wadahi Atlet Muaythai hingga Sabet Emas Kejurnas

Bagoes Ri - Sabtu, 15 Agustus 2026 07:27
Mengenal Black Ant Mixed Martial Art: Dari 5 Anggota, Kini Wadahi Atlet Muaythai hingga Sabet Emas Kejurnas
Sejumlah atlet tengah berlatih di Black Ant Mixed Martial Art Muaythai yang berlokasi di Kavling DPR, Pagerjowo, Buduran, Sidoarjo.

SIDOARJO - Olahraga beladiri Muaythai dan Mixed Martial Arts (MMA) kini makin digandrungi masyarakat Sidoarjo. Tak sekadar jadi pilihan gaya hidup sehat, wadah pembinaan atlet beladiri di Kota Delta ini terbukti makin moncer dan sukses mencetak prestasi di kancah nasional.

Salah satu wadah yang konsisten menempah bibit-bibit petarung potensial adalah dari Camp Black Ant Mixed Martial Art yang berlokasi di Kavling DPR, Pagerjowo, Buduran, Sidoarjo.

Berkiprah selama 7 tahun di Sidoarjo, camp ini melintasi dinamika panjang dari kelompok kecil hingga menjelma sebagai kawah candradimuka para atlet daerah.

Sang pelatih sekaligus owner Black Ant, Gunawan, menceritakan perjalanan awal mendirikan tempat latihan tersebut yang penuh tantangan.

Baca Juga :   Dua Atlet Muaythai Sidoarjo Raih Medali Kejurnas 2026, Siap Bidik Emas Porprov Jatim

"Kalau Camp Black Ant ini di Sidoarjo sudah 7 tahun. Awalnya dulu yang latihan sedikit, cuma 5 sampai 6 orang saja. Tapi sekarang alhamdulillah sudah ada 45 anggota," ujar Gunawan saat ditemui di lokasi latihannya.

Dari Anak 5 Tahun hingga Pekerja Kota Delta

Uniknya, antusiasme peserta yang datang meramaikan arena latihan berasal dari rentang usia yang sangat beragam. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak usia dini.

"Ada yang besar, ada yang kecil. Yang paling kecil latihan Muaythai di sini bahkan masih usia 5 tahun," ungkap Gunawan.

Gunawan menjelaskan bahwa dari puluhan anggotanya, porsi pembinaan dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas kebugaran (kesehatan) dan kelas prestasi.

"Jadi yang ingin mengejar prestasi kita salurkan, sedangkan yang sekadar ingin sehat dan bugar ya silakan," tambahnya.

Meski begitu, iklim pembinaan di Black Ant memang diproyeksikan untuk melahirkan petarung tangguh yang siap membela Kabupaten Sidoarjo di berbagai ajang, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga open tournament.

"Hampir semuanya diikutkan menjadi atlet, kecuali beberapa yang usianya memang sudah pekerja. Untuk kategori tingkatan usianya lengkap, ada yang main di kelas kadet, junior, sampai senior," jelasnya.

Porsi Latihan Intensif dan Terbukti Berprestasi

Untuk menempah fisik serta mental para anak didiknya, Gunawan menerapkan jadwal latihan yang teratur dan intensif setiap hari. Sesi latihan dibedakan menjadi dua gelombang, yaitu sesi sore pukul 16.00 – 18.00 WIB dan sesi malam pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Di Sidoarjo sendiri, keberadaan tempat latihan Muaythai terbilang masih terbatas. Menurut jejaring Gunawan, baru ada sekitar tiga camp aktif di wilayah tersebut.

"Setahu saya camp Muaythai di Sidoarjo ada beberapa, yang saya kenal ada tiga. Pertama dari Black Ant, kedua Lukman, dan satu lagi punya Erwin," paparnya.

Kendati olahraga ini masih terus berkembang di tingkat lokal, kualitas cetakan atlet Black Ant tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti pada ajang Kejurnas Muaythai terbaru, anak didik Gunawan berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah.

"Alhamdulillah di Kejurnas kemarin kita berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu. Medali emas diraih oleh Fikri di kelas 71 kg, sedangkan medali perunggu diraih oleh Rara," pungkas Gunawan bangga.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.