SITUBONDO - Api membakar kawasan hutan yang didominasi daun-daun kering. Berdasarkan data kepolisian, area hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai empat hektare.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.35 WIB. Saat itu, personel Polsek Banyuglugur melihat adanya titik api di kawasan hutan.
Lokasi kebakaran berada di Petak 25B RPH Kabuharan, BKPH Kabuharan, KPH Probolinggo. Video kebakaran tersebut juga sempat beredar dan viral di media sosial.
Petugas gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke area hutan lainnya. Saat proses pemadaman, petugas juga membuat ilaran atau sekat api sebagai upaya membatasi penyebaran api.
Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, mengatakan meminta pihak petugas kehutanan atau Perhutani turut serta pemadam kebakaran dari PLTU Paiton dan Pesugi untuk membantu proses pemadaman.
Menurut Teguh, kendala utama dalam proses pemadaman adalah kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan. Petugas hanya dapat memadamkan titik api yang masih bisa dijangkau.
“Kendalanya karena medannya di gunung. Jadi, yang bisa kita jangkau, kita semprot dan kita padamkan. Tetapi untuk yang di atas, kita kesulitan.”
Meski menghadapi kendala medan, petugas gabungan terus melakukan pemadaman selama kurang lebih tiga jam hingga api berhasil dikendalikan.
Kebakaran tersebut menghanguskan hutan yang didominasi daun-daun kering dengan luas kurang lebih empat hektare.
Kondisi cuaca yang panas dan kering, ditambah banyaknya daun kering di lantai hutan, membuat api berisiko cepat menyebar. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
Petugas masih melakukan pemantauan dan penyelidikan, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelalaian manusia maupun faktor alam sebagai penyebab kebakaran.
Patroli di kawasan hutan yang rawan kebakaran juga akan ditingkatkan, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan.
Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan.(Alifia Rahma)
Editor : Ferry Maulina



















