JEMBER - Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penunjukan ini disampaikan setelah Bupati Jember, Muhammad Fawait, bertemu dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta.
Selain implementasi DTSEN, Jember juga dipersiapkan menjadi daerah percontohan dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara triwulanan. Langkah tersebut menjadikan Jember sebagai salah satu tolok ukur pengelolaan data di wilayah Tapal Kuda.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jember. Pemerintah daerah telah melakukan verifikasi lapangan terhadap 96.489 keluarga yang masuk dalam kelompok desil satu.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan keberadaan dan kondisi penerima bantuan sosial. Petugas memeriksa apakah penerima masih berdomisili di Jember, telah pindah, atau meninggal dunia. Pembaruan data ini diharapkan dapat mencegah penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
Data warga miskin juga akan dikelompokkan berdasarkan usia produktif dan nonproduktif. Warga usia produktif akan diarahkan untuk mengikuti program pelatihan dan pemberdayaan, termasuk pelatihan calon pekerja migran, agar mampu memasuki pasar kerja dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga mempercepat pembaruan administrasi kependudukan, penanganan stunting, serta penurunan angka kematian ibu. Seluruh program tersebut akan menggunakan data terpadu sebagai dasar penentuan kebijakan.
Kepala BPS Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, meminta seluruh elemen pemerintahan di Jember, mulai dari tingkat rukun tetangga hingga kecamatan, mengawal proses pengumpulan data. Hal ini penting agar tidak ada warga yang terlewat dalam pendataan.
Implementasi DTSEN juga akan disinergikan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen melakukan koordinasi lintas perangkat daerah, menyampaikan hasil verifikasi, serta memperbarui data secara berkala.
Melalui penerapan data tunggal ini, program bantuan sosial dan intervensi penanggulangan kemiskinan di Jember diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terukur, akurat, dan tepat sasaran.
TIM LIPUTAN: JTV
Editor : JTV Jember

















