SURABAYA - Ikatan Koko dan Cici (IKOCI) Jawa Timur memiliki ketua baru. Angie Laurentsia Sayogo yang sebelumnya menjabat Sekjen IKOCI Jawa Timur resmi menjabat Ketua IKOCI Jawa Timur periode 2023 – 2025. Cici Angie menggantikan Helena Aprilia, ketua periode sebelumnya, dalam gelaran Musprov & gathering IKOCI Jatim, yang digelar di Resto Nine, Surabaya, Kamis (26/10/ 2023) malam.
Prosesi pelantikan Cici Angie, ditandai dengan pemasangan pin oleh Cici Helena. Kemudian, pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera IKOCI Jatim, oleh Ketua IKOCI Indonesia, Koko Dian Maulana.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim Pepeng Putra Wirawan dan jajarannya. Selain itu turut hadir perwakilan paguyuban, maupun duta muda-mudi Jatim lainnya.
Dalam sambutannya, Cici Angie berharap kedepannya IKOCI Jatim bisa berkolaborasi dengan semua paguyuban, perkumpulan, dan yayasan Tionghoa lainnya, serta lembaga pemerintahan.
“Kami akan berusaha untuk terlibat lebih banyak bagi bangsa dan negara. Serta tetap berkarya untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Pelaksanaan pemilu yang akan digelar Februari mendatang, juga mendapat perhatian Cici Angie. Menurutnya, Koko dan Cici Jawa Timur tidak anti politik dan akan turut mensukseskan Pemilu 2024.
"Memang organisasi kita ini organisasi sosial, pariwisata juga, dan duta budaya. Kita organisasi non politik, tapi kita tidak anti politik. Dan, jadi untuk anak muda juga tidak boleh apatis terhadap politik," tegas Cici Angie.
Pihaknya juga menegaskan, bahwa anggotanya bebas memilih sesuai hati nurani masing-masing untuk Partai Politik maupun Calon Presiden di Pemilu 2024.
"Tidak ada arahan ke capres atau parpol tertentu. Kami memiliki anggota sekitar 75-80 Koko Cici. Mereka tersebar di setiap kota, ada dari Pacitan, Madiun, Nganjuk, dan kota-kota besar lainnya di Jatim. Untuk di Indonesia, Ikatan Koko Cici tersebar di 11 provinsi, paparnya.
Cici Angie menambahkan, Koko dan Cici Jawa Timur akan terus berkarya di tahun politik.
"Kita tegaskan Koko dan Cici Jawa Timur akan tetap berkarya di tahun politik. Selama ini kita menggandeng beberapa pihak untuk berkontribusi dalam mengajarkan Bahasa Mandarin,” tambahnya.
Sementara itu, Go Tjong Ping selaku penasihat PSMTI Jatim berharap, agar pemilihan Koko Cici Jatim bisa digelar setiap tahun.
“Harapannya, 38 kabupaten/kota di Jawa Timur bisa menggelar ajang Koko Cici. Mereka bisa menjadi duta budaya Tionghoa di masing-masing kabupaten/kota dan Jawa Timur,” ujar anggota DPRD Jatim tersebut.
Koko Cici Jatim digagas oleh pendiri Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre Surabaya, Dahlan Iskan, sejak tahun 2020. Meski begitu, Dahkan Iskan mengaku jika Koko Cici Jatim menjadi milik PSMTI.(Ayul Andhim)
Editor : M Fakhrurrozi