Menu
Pencarian


Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru di Madiun Dibekali Simulasi Siaga Bencana

Aikal Udha - Senin, 13 Juli 2026 14:43
Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru di Madiun Dibekali Simulasi Siaga Bencana
Dokumentasi Petugas BPBD Kabupaten Madiun memberikan materi pengenalan risiko bencana dan pemetaan jalur evakuasi kepada para siswa baru dalam kegiatan MPLS di SMP dan SMK Al Waridin Pagotan, Kabupaten Madiun, Senin (13/7/2026).

MADIUN - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP dan SMK Al Waridin Pagotan, Kabupaten Madiun, Senin (13/7/2026), dimanfaatkan untuk membekali para siswa baru dengan keterampilan dasar menghadapi bencana. Menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, pihak sekolah membekali para santri serta siswa baru lewat edukasi dan simulasi terstruktur. Langkah ini diambil agar para siswa memiliki kesiapsiagaan sejak dini dalam mengenali sekaligus menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar.

Sebanyak 71 siswa baru mengikuti pembekalan intensif terkait potensi bencana di wilayah sekolah mereka. Petugas memaparkan teori jenis-jenis bencana agar siswa mengenali risiko di lingkungan sekitar dengan baik.

"Kami memberikan materi pengenalan risiko bencana di wilayah Yayasan Al-Wari Diin untuk siswa SMP dan SMK yang berjumlah sekitar 71 santri," ujar Hanandy Yanuar Loekman, Kepala Analisis Kebencanaan BPBD Kabupaten Madiun.

Para siswa juga diajak aktif membuat peta denah lokasi sekolah secara mandiri. Langkah ini dirancang agar siswa paham tindakan penyelamatan awal dan mengenali titik aman evakuasi.

"Kami mengajak siswa membuat denah lokasi sekolah dan asramanya, kemudian mengidentifikasi jalur evakuasi serta titik kumpulnya," tambahnya.

Memasuki sesi praktik, peserta MPLS dilatih teknik dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Dipandu Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Madiun, siswa belajar menangani berbagai kondisi cedera fisik.

"Kami memberikan praktik terkait PPGD dari Tim Reaksi Cepat untuk penanganan luka di kepala, kaki, maupun tangan," jelas Yanuar.

Pembekalan taktis ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan para siswa dalam mengurangi risiko jika terjadi bencana. Keterampilan dasar ini menjadi bekal berharga bagi siswa saat menghadapi situasi darurat nyata.

"Kami jelaskan penanganan pertama seperti cara membidai kaki patah atau berdarah, hingga cara memindahkan korban," pungkasnya. (*)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.