Menu
Pencarian

Harga Daging Ayam di Magetan Tembus Rp40 Ribu per Kilogram, Pembeli Turun Separuh

JTV Madiun - Rabu, 19 Agustus 2026 15:05
Harga Daging Ayam di Magetan Tembus Rp40 Ribu per Kilogram, Pembeli Turun Separuh
Harga Daging Ayam di Magetan Tembus Rp40 Ribu per Kilogram, Pembeli Turun Separuh

MAGETAN - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus merangkak naik memasuki pertengahan Agustus 2026. Kenaikan yang terjadi hampir setiap hari ini tak hanya membebani konsumen, tetapi juga membuat jumlah pembeli dan omzet pedagang menurun.

Saat ini, harga daging ayam di tingkat pedagang telah mencapai Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga masih berkisar Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Artinya, dalam waktu relatif singkat harga daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu per kilogram. Pedagang mengaku kenaikan tersebut tidak terjadi sekaligus, melainkan berlangsung hampir setiap hari.

Dalam sepekan terakhir, harga ayam disebut dapat naik sekitar Rp1 ribu per kilogram. Kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap penjualan di lapak pedagang.

Baca Juga :   Harga Daging Ayam di Pasar Besar Madiun Tembus Rp42 Ribu per Kilogram

Jika sebelumnya seorang pedagang mampu menjual lebih dari 100 ekor ayam dalam sehari, kini jumlah penjualan bisa turun hingga sekitar 50 ekor. Sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah belanja dan memilih membeli daging ayam dalam porsi lebih sedikit.

Pedagang menduga kenaikan harga terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan pasar. Salah satu faktor yang disebut berpotensi memengaruhi tingginya permintaan adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Penyerapan ayam dalam jumlah besar untuk kebutuhan program tersebut diduga turut mendorong permintaan. Namun, dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih jauh karena harga daging ayam juga dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti pasokan dari peternak, biaya pakan, hingga distribusi.

Baca Juga :   Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Keluhkan Keuntungan Menipis

Jika kenaikan harga terus berlanjut, pedagang khawatir tekanan akan semakin dirasakan konsumen. Di satu sisi, harga ayam meningkat karena tingginya permintaan. Namun di sisi lain, pedagang kecil menghadapi risiko barang tidak habis terjual akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga ayam menjelang akhir Agustus bukan sekadar persoalan di tingkat lapak pedagang. Pemantauan rantai pasok, mulai dari peternak, distributor, hingga penyerapan untuk kebutuhan berbagai program, dinilai penting untuk mengetahui penyebab utama harga yang terus meningkat.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.