KEDIRI - Curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kediri membawa berkah sekaligus petaka bagi para petani cabai. Jika biasanya air menyuburkan, kali ini justru memicu serangan hama jamur atau pathek yang mulai menggempur tanaman cabai di sejumlah lokasi, salah satunya di Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Serangan hama ini membuat para petani kelabakan. Pasalnya, jika dibiarkan, buah cabai akan berguguran dan membusuk sebelum sempat dipanen. Kerugian pun mengintai di tengah musim tanam kedua ini.
Para petani pun bergerak cepat. Pengobatan dan pemberian nutrisi tambahan menjadi langkah utama yang dilakukan untuk memulihkan kondisi tanaman. Harapannya, tanaman bisa kembali tumbuh optimal dan panen tetap berjalan sesuai target.
Suyono, salah seorang petani cabai di Kelurahan Ngletih, tak tinggal diam. Ia mengaku menerapkan strategi jitu agar tidak rugi total. Di tengah tanamannya yang mulai terserang pathek, ia menyisipkan tanaman sawi sebagai tumpangsari.
Baca Juga : Hujan Terus Mengguyur, Produksi Genteng Tradisional di Magetan Merosot Tajam
"Agar tidak tambah rugi di musim tanam kedua ini, saya tanam sawi. Hasilnya lumayan bisa dipanen di saat banyak cabai yang mulai busuk batang dan buahnya," ujar Suyono.
Dari lahan seluas kurang lebih satu hektar yang ia garap, saat ini hanya tanaman sawi yang sudah bisa dipanen. Sementara untuk cabai, Suyono memperkirakan panen raya baru bisa dilakukan setelah Hari Raya Lebaran nanti.
Sementara itu, harga cabai di tingkat petani masih menunjukkan fluktuasi. Cabai rawit saat ini dibanderol di kisaran Rp80 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting berada di angka Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per kilogramnya. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri


















