LUMAJANG -
Dalam kurun waktu kurang dari tiga jam, Gunung Semeru di Lumajang mengalami erupsi berupa letusan asap dan abu membumbung tinggi pada Senin pagi.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada pukul 05.28 WIB terjadi letusan dengan kolom abu setinggi 700 meter dari puncak kawah Jonggring Saloko. Kolom abu condong ke arah barat daya dan barat, dengan durasi letusan dua menit 19 detik.
Letusan kembali terjadi pada pukul 07.44 WIB dan 07.59 WIB. Masing-masing letusan memunculkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyebutkan erupsi tersebut masih berada dalam radius aman dan belum menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus Level II atau Waspada. Dengan status ini, aktivitas Gunung Semeru seperti letusan maupun luncuran awan panas bisa terjadi sewaktu-waktu.
BPBD juga mengimbau warga, terutama penambang pasir, untuk tetap waspada. Kondisi kemarau basah dapat meningkatkan potensi banjir lahar, sebab puncak Semeru kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
PVMBG merekomendasikan agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak.
Editor : JTV Jember



















