LAMONGAN - Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara terus tancap gas dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Dalam program "Jatim Gaspol – Gagasan Politik Jawa Timur" yang tayang di JTV pada Rabu (11/3/2026), duet "Yes–Dirham" memaparkan strategi mereka dalam menjadikan agribisnis sebagai pilar utama ekonomi Kabupaten Lamongan.
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menegaskan bahwa sektor pertanian, perikanan, dan peternakan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini beralasan, mengingat ketiga sektor tersebut menyumbang lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lamongan yang kini telah menembus angka Rp50 triliun.
"Produksi padi Lamongan pada 2025 mencapai sekitar 1,3 juta ton. Dengan luas lahan baku sawah mencapai 95 ribu hektare, kami terus mendorong petani untuk meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun," jelas Dirham. Selain pertanian, potensi perikanan Lamongan di wilayah pesisir utara juga tercatat sebagai salah satu yang terbesar, yakni peringkat ketiga di Jawa Timur.
Guna mendukung daya saing daerah, pemerintah fokus pada program Jamula (Jalan Mulus dan Mantap Lamongan). Program ini dirancang untuk memangkas hambatan distribusi logistik sektor agribisnis.
Baca Juga : Dukung Ketahanan Pangan Nasional, SAE Paswangi Lapas Banyuwangi Hasilkan Jagung Berkualitas
Saat ini, dari total 660 kilometer jalan kabupaten, lebih dari 60 persen telah dalam kondisi mantap. "Untuk tahun 2026, kami menargetkan pembangunan pada 52 ruas jalan, yang mencakup 45 ruas jalan kabupaten dan tujuh ruas jalan poros strategis," tambahnya. Selain infrastruktur, Pemkab Lamongan juga telah menyiapkan 6.000 hektare kawasan industri untuk menarik investor baru, memanfaatkan posisi strategis Lamongan di jalur Pantura dan kedekatannya dengan kawasan Gerbangkertosusila.
Akademisi Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo, menilai kepemimpinan Yes–Dirham merupakan kombinasi ideal antara pengalaman birokrasi dan inovasi anak muda. "Ada harmonisasi kepemimpinan yang baik. Kolaborasi pengalaman dan energi segar ini menjadi modal penting bagi kemajuan Lamongan," ungkap Suparto.
Kendati demikian, tantangan nyata masih membayangi. Isu banjir di wilayah Bengawan Jero, percepatan pembenahan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik menjadi pekerjaan rumah yang terus dikejar pemerintah daerah.
Baca Juga : Pangkalan TNI AL Banyuwangi Gandeng Petani Tanam Kedelai, Target Lahan 60 Hektare
Menanggapi hal tersebut, Dirham optimis bahwa melalui kolaborasi lintas sektor dan pembangunan SDM, seperti program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, target pembangunan lima tahun ke depan dapat terwujud. "Pembangunan tidak bisa selesai dalam satu tahun, namun kami berkomitmen untuk terus berproses mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkelanjutan," tutupnya. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















