SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar kegiatan buka puasa bersama dan penyerahan santunan untuk anak yatim piatu dalam rangka bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026).
Sebanyak 110 anak yatim dari 11 panti asuhan di Surabaya diajak merasakan suasana kebersamaan di lingkungan kampus, serta memahami makna Ramadan melalui dongeng.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian sosial kampus kepada anak-anak yang membutuhkan serta momentum berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, tetapi juga memberikan motivasi bagi anak-anak yatim piatu untuk terus semangat dalam meraih cita-cita,” katanya.
Acara buka bersama yang dihadiri pimpinan yayasan dan universitas, dosen serta tenaga kependidikan tersebut diawali dengan rangkaian kegiatan keagamaan, seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dongeng hiburan.
“Mari teladani sikap-sikap Nabi Muhammad SAW yang selalu berbagi dan peduli tanpa pandang apakah orang tersebut baik atau buruk kepada kita,” kata dosen Fakultas Teknik, Ir. Ar. Muhammad Faisal, S.T., M.T., IAI., dalam kultumnya.
Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu sekaligus menanamkan nilai empati kepada seluruh sivitas akademika.
Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi dan menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu yang hadir dari Lembaga Sosial Nurul YAPIFA, Laznas Sahabat Yatim, Panti Al Hasyimi, Yayasan Al Anshor, Yayasan Yatim Sayang Nginden, Bismar Al Mustakim, PA Putri Aisiyah, Yayasan Al Hidayah, Yayasan Baziz, dan Panti Asuhan Ulul Azmi.
Salah seorang anak yatim piatu yang hadir, Anisa Latif, mengungkapkan rasa bahagia karena dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang dapat berbuka puasa bersama, bertemu orang-orang, dan mendengar dongeng yang lucu,” katanya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberadaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Untag Surabaya berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat serta menanamkan nilai kepedulian kepada generasi muda.
Editor : M Fakhrurrozi



















