MAGETAN - Pemerintah Kabupaten Magetan terus mendorong penggunaan gawai yang lebih sehat dan edukatif bagi anak-anak. Menyusul surat edaran Bupati Magetan terkait penggunaan gawai bagi anak, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan mulai menyiapkan konsep literasi digital di Graha Literasi Plaosan.
Penggunaan gawai di kalangan anak menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui surat edaran Bupati Magetan, pemanfaatan gawai diarahkan untuk kegiatan yang edukatif, produktif, dan sesuai dengan usia anak.
Menangkap kebijakan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan menyiapkan pengembangan Graha Literasi di Plaosan menjadi ruang literasi digital.
Konsep ruang literasi digital tersebut akan menggabungkan kegiatan membaca dengan akses materi digital serta visualisasi edukasi yang interaktif. Gawai tidak hanya dipandang sebagai sarana hiburan, tetapi juga diarahkan menjadi media belajar, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas anak.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Dinas Arpus berencana melakukan penyesuaian anggaran. Belanja sekretariat dan kegiatan yang dinilai kurang urgen, termasuk kebutuhan tenaga outsourcing, akan dievaluasi.
Efisiensi anggaran tersebut nantinya diarahkan untuk mendukung pengembangan Graha Literasi. Pemerintah menargetkan ruang literasi digital tersebut dapat diluncurkan pada Desember 2026.
Endang Ambarwati, Kepala Dinas Arpus Magetan, mengatakan konsep tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak untuk memanfaatkan teknologi secara lebih positif sekaligus mendukung peningkatan budaya literasi.
Menariknya, lokasi Graha Literasi yang berdekatan dengan Kebun Bunga Refugia juga akan dimanfaatkan untuk edukasi luar ruang. Anak-anak dapat belajar literasi digital di dalam ruangan, kemudian mengenal lingkungan dan alam di luar ruangan.
Konsep tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih menarik sekaligus mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung budaya literasi sejak dini.
Editor : JTV Madiun



















