SURABAYA - Sebanyak 300 atlet dari berbagai daerah mengikuti Aquathlon Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang digelar Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kota Surabaya di kawasan Kampus Unesa Lidah Wetan, Surabaya, Minggu (14/6/2026). Kejuaraan perdana ini menjadi ajang penjaringan atlet muda menuju Porprov Jatim 2027 sekaligus wadah pembinaan calon atlet nasional.
Antusiasme peserta dalam ajang tersebut melampaui target panitia. Awalnya, FTI Kota Surabaya hanya menargetkan 200 peserta. Namun, hingga hari pelaksanaan jumlah atlet yang terdaftar mencapai 300 orang.
Para peserta berasal dari berbagai kelompok umur, mulai usia 7 tahun hingga kategori open. Tidak hanya dari Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur, beberapa peserta juga datang dari luar provinsi untuk mengikuti perlombaan.
Dalam nomor aquathlon, peserta ditantang menyelesaikan lari sejauh 3 kilometer, renang 400 meter, kemudian kembali berlari sejauh 1,5 kilometer hingga garis finis. Cabang olahraga yang menggabungkan lari dan renang ini menuntut ketahanan fisik sekaligus kemampuan beradaptasi saat berpindah dari satu nomor ke nomor lainnya.
Baca Juga : FTI Surabaya Bidik Bibit Atlet Baru Lewat Aquathlon Piala Wali Kota 2026
Ketua FTI Kota Surabaya, Juliana Eva Wati, mengatakan kejuaraan ini merupakan event aquathlon pertama yang digelar di Surabaya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mencari dan memetakan atlet-atlet potensial yang nantinya diproyeksikan memperkuat Kota Surabaya pada ajang Porprov Jawa Timur 2027.
"Ini adalah ajang pemanasan untuk teman-teman atlet. Yang pasti kami ingin memberikan wadah dan dukungan agar potensi-potensi atlet ini bisa berkembang dan kelak berprestasi untuk Indonesia, khususnya Kota Surabaya. Tujuan awal kegiatan ini memang untuk pembibitan atlet menuju Porprov membela Kota Surabaya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua FTI Jawa Timur, Anastasia Kirana, menyebut kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemantauan atlet muda di Jawa Timur. Menurutnya, FTI Jatim saat ini fokus melakukan pembibitan atlet melalui nomor aquathlon sebelum dipersiapkan ke nomor triathlon yang lebih kompleks.
Anastasia mengatakan pihaknya secara konsisten menyiapkan atlet-atlet muda untuk diproyeksikan ke berbagai ajang nasional maupun internasional. Bahkan, dalam setiap program pembinaan, FTI Jatim menargetkan lahirnya 12 hingga 15 atlet yang dapat dipersiapkan menuju Youth Olympic Games.
"Kami selalu menyiapkan sekitar 12 sampai 15 atlet untuk persiapan Youth Olympic Games berikutnya. Saat ini fokus kami memang pada pembinaan dan pembibitan atlet. Karena itu, pembinaan diawali melalui nomor aquathlon sebelum nantinya berkembang ke nomor triathlon," katanya.
Melalui kejuaraan ini, FTI Surabaya berharap dapat menjaring lebih banyak atlet potensial sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga triathlon di Jawa Timur. Ke depan, ajang tersebut diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Editor : Iwan Iwe



















