LUMAJANG - Sejak matahari terbit, Danau Ranu Klakah yang berada di kaki Gunung Lemongan, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, dipadati ribuan warga.
Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat sekaligus berburu ikan mabuk. Warga menggunakan peralatan sederhana berupa tombak, jaring, dan jala. Kondisi ikan yang bergerak lemah membuatnya mudah ditangkap. Dalam waktu singkat, warga berhasil mengumpulkan banyak ikan.
Tak heran, di area sekitar danau bermunculan pedagang ikan dadakan yang menjual berbagai jenis ikan, di antaranya ikan nila dan udang. Mereka menjual ikan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Sayangnya, di tengah kemeriahan dan berkah yang dirasakan masyarakat, fenomena ini justru merugikan para pembudidaya ikan keramba. Ikan-ikan peliharaan mereka ikut mengalami mabuk. Akibatnya, para petani ikan harus memanen lebih awal dan menjual hasil panennya dengan harga lebih murah, mengikuti harga ikan hasil tangkapan warga.
Fenomena koyo atau ikan mabuk ini menjadi fenomena tahunan dan telah berlangsung sejak dua hari terakhir. Ikan-ikan naik ke permukaan karena perubahan cuaca ekstrem yang menyebabkan massa air dari dasar danau naik ke permukaan sambil membawa endapan belerang akibat aktivitas vulkanik Gunung Lemongan.
Editor : JTV Jember

















