PROBOLINGGO - Dua pelajar SD tewas tenggelam saat berenang di wisata alam Ranu Betok, Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (5/6/2026) siang.
Korban diketahui bernama Yudi (12) dan Aldi (12). Sementara seorang pelajar bernama Taufik (12) selamat karena memilih memancing di tepi danau.
Peristiwa berawal saat ketiga pelajar asal Dusun Manggisan, Desa/ KecamatanTiris, Kabupaten Probolinggi.bermain di kawasan wisata alam Ranu Betok, Kecamatan Tiris. Saat itu, Yudi dan Aldi memilih mandi sekaligus berenang, sementara Taufik memancing.
Nahas, kedua pelajar yang berenang itu diduga tidak mampu menyelamatkan diri setelah masuk ke area perairan yang cukup dalam. Taufik yang melihat dua temannya tenggelam, langsung berteriak minta tolong ke warga.
Warga yang mendengar teriakan ini, langsung melakukan pencarian. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Tiris. Peristiwa ini membuat keluarga korban menangis histeris.
Kapolsek Tiris, Iptu Samsul Arifin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya anak-anak yang tenggelam di kawasan Ranu Betok.
"Informasi sementara yang kami terima, ada tiga anak berada di lokasi. Dua anak diduga bermain atau mandi di sungai kemudian tenggelam. Satu anak lainnya tidak ikut mandi dan langsung meminta bantuan warga setelah melihat kedua temannya tenggelam," ujar Iptu Samsul Arifin.
Kapolsek menegaskan, hasil penyelidikan awal tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Polisi menduga kejadian murni merupakan musibah tenggelam.
"Sementara hasil penyelidikan awal mengarah pada musibah tenggelam. Tidak ada indikasi tindak pidana. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh kronologi kejadian," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, embung, dan lokasi wisata air.
"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama saat bermain di sekitar sungai atau tempat wisata air. Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang," imbuhnya.
Sementara itu, Camat Tiris, Bambang Julius membenarkan bahwa korban merupakan pelajar sekolah dasar yang datang ke kawasan Ranu Betok bersama temannya.
"Korbannya ada tiga orang pelajar sekolah dasar. Dua orang meninggal dunia dan satu orang berhasil diselamatkan," ujar Bambang Julius.
Menurut Bambang, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan perairan alami yang banyak terdapat di Kecamatan Tiris.
Ia menjelaskan, wilayah Tiris memiliki sedikitnya tujuh ranu atau danau alami yang selama ini menjadi tujuan wisata masyarakat, di antaranya Ranu Segaran, Ranu Agung, Ranu Merah, Ranu Betok, Ranu Gedang serta beberapa ranu lainnya yang tersebar di kawasan pegunungan.
"Kami memiliki beberapa destinasi wisata ranu yang indah dan banyak dikunjungi masyarakat. Namun seluruh pengunjung harus memahami bahwa perairan alami memiliki risiko yang tidak bisa dianggap sepele," katanya.
Menurutnya, Ranu Betok sendiri masih merupakan kawasan wisata alam yang belum dikelola secara maksimal sehingga belum seluruh titik perairan memiliki sistem pengamanan yang memadai.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkunjung ke kawasan ranu. Jangan mandi atau berenang sembarangan karena kondisi perairan di sana cukup berisiko," tegas Bambang.
Ia berharap tragedi yang merenggut dua nyawa pelajar tersebut menjadi pelajaran bersama bagi seluruh pengunjung maupun orang tua.
"Ke depan kami berharap masyarakat lebih waspada. Datang untuk menikmati keindahan alam silakan, tetapi tetap utamakan keselamatan dan jangan melakukan aktivitas berenang di lokasi yang tidak diketahui tingkat kedalamannya," pungkasnya.
Saat ini kedua jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















