JEMBER - Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh dosen UIN KHAS Jember bernama Muhammad Faiz yang dinobatkan sebagai Duta Sejarah dan Literasi. Ia juga terpilih sebagai penerima hibah penelitian pada IV APSII Award yang diselenggarakan di Cirebon.
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang konferensi tahunan dan kompetisi yang mempertemukan akademisi, dosen, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi Muhammad Faiz bersama Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora UIN KHAS Jember dalam mengembangkan kajian sejarah dan literasi.
Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam UIN KHAS Jember tidak hanya mengkaji sejarah Islam di wilayah Pandalungan dan ujung timur Jawa, tetapi juga menelusuri keterkaitannya dengan peradaban Islam di Jazirah Arab hingga Asia Barat.
Kajian tersebut dibuktikan melalui penelitian manuskrip, batu nisan, dan tradisi masyarakat yang menunjukkan adanya hubungan sejarah antara kawasan Pandalungan dengan jaringan keilmuan Islam dunia. Salah satunya melalui istilah Asmorokondi yang merujuk pada wilayah Samarkand di Uzbekistan.
Prestasi ini menjadi bukti kontribusi akademisi UIN KHAS Jember dalam pengembangan riset sejarah dan peradaban Islam di tingkat nasional. Kampus berharap capaian tersebut dapat memotivasi dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi masyarakat.
Editor : JTV Jember



















