Menu
Pencarian


Viral Video Lumpur Lapindo Disebut Meluber

Bagoes Ri - Kamis, 6 Agustus 2026 11:05
Viral Video Lumpur Lapindo Disebut Meluber
Kondisi lumpur Lapindo yang disebut melebur dalam video viral di laman media sosial.

SIDOARJO - Sebuah video singkat di laman media sosial memperlihatkan kondisi kawasan Lumpur Lapindo mendadak viral. Unggahan tersebut menarasikan bahwa semburan lumpur di Sidoarjo kembali meluas dan meluber ke berbagai titik pemukiman warga.

Rekaman yang beredar luas itu disebut-sebut diambil di area tanggul penahan lumpur titik 25 pada Selasa (4/8/2026) sore. Dalam video tersebut, tampak material lumpur pekat memenuhi area di sekitar tanggul, hingga memicu kepanikan dan beragam spekulasi dari warganet.

Namun, dugaan mengenai melubernya semburan baru tersebut langsung dibantah oleh Nurul Anam, seorang pemandu wisata di kawasan Lumpur Lapindo. Menurutnya, kondisi yang terekam dalam video viral itu bukanlah fenomena luapan alami dari pusat semburan.

"Yang terlihat seperti luberan itu sebenarnya hasil pengerukan menggunakan alat berat. Lumpur hasil kerukan ditempatkan di atas tanggul sehingga tampak seperti meluber ke mana-mana," kata Anam saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Anam menjelaskan bahwa aktivitas di lokasi tersebut merupakan bagian dari upaya teknis yang sedang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS). Pihak petugas tengah berupaya membuat alur atau jalur aliran lumpur baru yang menghubungkan titik 25 menuju titik 35.

Dalam prosesnya, sejumlah alat berat berupa ekskavator diterjunkan untuk mengeruk dan mengarahkan material lumpur serta air ke titik tertentu. Langkah ini dilakukan secara terukur sebelum nantinya material dialirkan menuju pembuangan akhir.

"Pembuatan alur itu bertujuan untuk mengarahkan air dan lumpur menuju titik 35. Setelah itu, material akan dialirkan ke Sungai Porong menggunakan kapal keruk," terang Anam.

Lebih lanjut, Anam menceritakan bahwa saat video tersebut diambil, terdapat dua orang pengunjung yang diduga merekam momen pengerukan tersebut. Ia mengaku sebenarnya sudah memberikan edukasi dan penjelasan langsung di lokasi agar tidak terjadi kesalahpahaman saat konten tersebut diunggah ke internet.

"Saya sudah menjelaskan kepada mereka bahwa itu bukan semburan yang meluber, melainkan lumpur hasil pengerukan yang ditaruh di atas tanggul," pungkasnya.

Meski penjelasan telah diberikan di lapangan, video tersebut telanjur menyebar luas dan memicu distorsi informasi di tengah masyarakat luas. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun rilis pers dari pihak PPLS mengenai detail teknis aktivitas pengerukan berkala di lokasi tersebut.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.