BANDUNG - Seorang perempuan berinisial YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan dalam kondisi luka berat dan diduga menjadi korban penyekapan serta penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri berinisial TH selama tiga tahun.
Kasus tersebut terungkap setelah keluarga menerima pesan dari nomor tak dikenal pada 10 Juni yang mengabarkan korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Saat tiba di rumah sakit, keluarga mendapati kondisi korban memprihatinkan. Korban mengalami luka serius pada wajah dan kepala. Mata kanan korban dilaporkan mengalami infeksi parah, sementara mata kirinya tidak lagi dapat melihat. Korban juga kehilangan sebagian bibir atas serta mengalami sejumlah luka pada tangan dan kaki yang diduga akibat kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama.
Kepada keluarga, korban mengaku disekap oleh pelaku di sejumlah rumah kos di wilayah Cileunyi Kabupaten Bandung selama tiga tahun terakhir. Selama masa tersebut, korban diduga kerap mengalami penganiayaan berupa pemukulan, luka sayatan, hingga bentuk kekerasan lain yang menyebabkan bekas luka di berbagai bagian tubuh.
Korban juga disebut beberapa kali dipindahkan dari satu rumah kos ke rumah kos lainnya untuk menghindari kecurigaan warga sekitar.
Tak hanya mengalami luka fisik, korban juga dilaporkan mengalami kerugian materiil sekitar Rp52 juta. Sejumlah barang berharga miliknya, seperti laptop, telepon genggam, dan perhiasan, turut dilaporkan hilang.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban dan pelaku pertama kali berkenalan dalam sebuah konser musik di Bandung sekitar tiga tahun lalu. Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi asmara dan pelaku bahkan sempat diperkenalkan kepada keluarga korban.
Namun tidak lama setelah menjalin hubungan tersebut, korban hilang kontak dengan keluarganya. Selama tiga tahun terakhir, keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan korban hingga akhirnya menerima kabar bahwa korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasus ini kini ditangani Polda Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan polisi telah beberapa hari melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.
"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka. Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, yang bersangkutan berpindah-pindah lokasi. Saat kami melakukan penggerebekan, tersangka masih dapat meloloskan diri," ujar Hendra.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga bertanggung jawab atas penyekapan dan penganiayaan terhadap korban selama bertahun-tahun tersebut.(Luluk listiani)
Editor : Iwan Iwe

















