PROBOLINGGO - Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, membuat empat pintu masuk menuju kawasan wisata ditutup total. Wisatawan untuk sementara belum diperbolehkan turun menuju kaldera atau lautan pasir Bromo.
Empat akses masuk yang ditutup berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.
Meski demikian, penutupan akses tidak sepenuhnya menghilangkan kesempatan wisatawan menikmati pesona Gunung Bromo. Dari kawasan Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, wisatawan masih dapat menyaksikan keindahan Bromo dari ketinggian tanpa harus mendekati kawasan yang terdampak kebakaran.
Dari kejauhan, panorama Gunung Bromo masih terlihat. Wisatawan juga masih bisa mengabadikan momen dengan berswafoto, sembari menikmati suasana pegunungan dari kawasan Cemoro Lawang yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kawah Bromo.
Baca Juga : Petugas Gabungan Kebakaran Bromo Patroli 24 Jam Cegah Api Kembali Merembet
Namun, pemandangan tersebut kini tidak lagi sepenuhnya sama. Hamparan savana yang sebelumnya didominasi warna hijau hingga kekuningan, sebagian berubah menjadi hitam dan abu setelah dilanda kebakaran selama delapan hari.
Sekitar 520 hektare lebih kawasan Bromo dilaporkan terdampak kebakaran. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Bagi wisatawan, kondisi tersebut menjadi pemandangan yang cukup menyedihkan. Sabrina, wisatawan asal Surabaya, datang bersama keluarganya ke kawasan Cemoro Lawang. Meski tidak bisa turun menuju kaldera Bromo, ia mengaku tetap menikmati panorama Bromo dari ketinggian.
Baca Juga : Tinjau Kebakaran di Bromo, Menhut Pastikan Water Bombing Beroperasi Hingga Api Padam
"Memang tidak bisa turun ke bawah, tetapi dari sini masih bisa melihat Bromo. Pemandangannya tetap bagus," ujar Sabrina.
Ia mengatakan, keputusan menutup akses menuju kaldera dapat dipahami karena keselamatan wisatawan menjadi hal utama.
Namun, Sabrina mengaku sedih melihat kondisi kawasan Bromo yang sebagian berubah akibat kebakaran.
Baca Juga : Bromo Masih Terbakar, 4 Pintu Masuk Ditutup Hingga Batas Waktu Belum Ditentukan
"Yang membuat sedih itu melihat savana yang biasanya luas dan bagus, sekarang ada yang terbakar dan berubah menjadi hitam," katanya.
Menurutnya, kawasan Bromo memiliki daya tarik tersendiri karena pemandangan alamnya. Karena itu, ia berharap kebakaran segera dapat dipadamkan dan kawasan yang terbakar bisa kembali pulih.
"Semoga apinya cepat padam dan Bromo bisa kembali seperti sebelumnya. Kalau sudah aman, tentu ingin datang lagi dan menikmati dari dekat," tutur Sabrina.
Baca Juga : Wagub Jatim Cek Kondisi Bromo, Hutan dan Lahan yang Terbakar Capai 520 Hektare
Hal senada disampaikan Endang Susilowati, wisatawan asal Probolinggo.
Endang mengaku tetap bersyukur masih dapat menikmati panorama Gunung Bromo dari kawasan Cemoro Lawang. Namun, ia berharap penanganan kebakaran segera selesai sehingga akses wisata dapat kembali dibuka.
"Harapannya api segera benar-benar padam. Kalau sudah aman, wisatawan bisa kembali menikmati Bromo dari dekat," ujar Endang.
Baca Juga : Padang Savana Terbakar Hebat, Semua Pintu Masuk ke Wisata Bromo Ditutup Total
Menurut Endang, keindahan Bromo tidak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah.
"Sayang kalau kawasan sebagus ini terbakar. Mudah-mudahan cepat pulih dan nanti bisa ramai lagi dikunjungi wisatawan," katanya.
Sementara itu, dari sejumlah titik pantau, asap dan titik api masih terlihat di kawasan P-30, Kabupaten Probolinggo, serta kawasan Dengklek, Kabupaten Pasuruan.
Petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan dan patroli untuk mencegah api yang tersisa kembali membesar dan merembet ke kawasan lainnya.
Patroli juga dilakukan hingga malam hari untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Jika ditemukan bara atau api dalam skala kecil, petugas dapat langsung melakukan pemadaman secara manual maupun dengan penyiraman.
Penutupan empat pintu masuk menuju kawasan Bromo masih diberlakukan demi keselamatan wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk fokus menangani kebakaran.
Bagi wisatawan, untuk sementara menikmati Bromo dari ketinggian menjadi pilihan. Dari Cemoro Lawang, mereka masih bisa melihat siluet Gunung Bromo dan kawasan sekitarnya, tanpa harus mendekati lokasi yang masih terdampak kebakaran.
Di balik pemandangan yang masih memukau itu, tersimpan harapan agar Bromo segera pulih.
Savana yang menghitam diharapkan kembali menghijau, udara pegunungan kembali sejuk, dan wisatawan suatu saat nanti dapat kembali turun ke kaldera untuk menikmati langsung pesona Gunung Bromo. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















