GRESIK - Kerusuhan antar warga Desa Campurejo dengan Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, mendapat perhatian Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution. Orang nomor satu korps baju coklat di Gresik ini menggelar mediasi antar kedua belah pihak di Balai Desa Banyutengah, Sabtu (28/2/2026) malam.
Mediasi dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, mediasi digelar untuk meredam ketegangan antara warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah. Kapolres menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan.
“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres.
Kapolres menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional. Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial.
Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.
Apresiasi disampaikan perwakilan warga Desa Campurejo atas respons cepat jajaran Polres Gresik dalam menangani permasalahan tersebut. Mereka mengangkat prinsip “ojo wani-wani, ojo wedi-wedi” (jangan asal berani, jangan asal takut) sebagai pengingat agar masyarakat tetap tenang, bijak, dan tidak mudah tersulut emosi.
Senada dengan itu, perwakilan warga Desa Banyutengah menegaskan bahwa kedua desa telah sepakat untuk berdamai. Mereka memastikan kabar tentang adanya pergerakan massa yang sempat beredar luas merupakan informasi bohong atau hoaks.
“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi. Ke depan, mari kita saling berbenah. Kami berharap seluruh elemen desa turut menyampaikan bahwa situasi sudah aman agar warga tidak lagi merasa takut,” ujar salah satu tokoh masyarakat Banyutengah.
Mediasi diakhiri dengan kedua belah pihak sepakat berdamai dan mengakhiri perselisihan. Kedua belah pihak bersalaman dan berfoto bersama. Diharapkan usai mediasi ini, kedua warga desa rukun kembali dan turut menjaga kerukunan dan stabilitas kamtibmas di Kecamatan Panceng. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















