NGAWI - Penurunan debit sumber air akibat musim kemarau menyebabkan distribusi air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Dusun Plalen, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, belum berjalan optimal. Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan kepala keluarga di wilayah layanan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Hasil monitoring Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi menunjukkan debit air pada sumber SPAM mengalami penurunan sehingga air tidak mampu mengalir hingga tandon penampungan. Akibatnya, distribusi air ke sambungan rumah warga, termasuk di Dusun Sumberan yang berada sekitar 1,5 kilometer dari sumber air, terhenti.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKP Kabupaten Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan penurunan debit air menjadi penyebab utama terganggunya layanan SPAM di wilayah tersebut.
"Hasil monitoring kami menunjukkan debit air di sumber mengalami penurunan sehingga air tidak dapat mencapai tandon. Akibatnya distribusi ke sambungan rumah warga juga terganggu. Padahal sebelumnya jaringan SPAM ini mampu melayani hingga Dusun Sumberan dengan jarak sekitar 1,5 kilometer," ujar Pipit Dwi Herlina.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRKP Ngawi berencana meningkatkan kapasitas sistem dengan mencari titik sumber air baru melalui survei geolistrik. Upaya ini diharapkan dapat menambah debit air sehingga distribusi SPAM kembali normal.
"Sementara menunggu pengembangan sistem, kami menyediakan tandon air berkapasitas 5.500 liter dan penampungan berbahan terpal. Distribusi air bersih juga dilakukan melalui kolaborasi dengan BPBD Ngawi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," jelas Pipit.
Di sekitar Dusun Sumberan, sedikitnya 26 kepala keluarga kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat terganggunya distribusi SPAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mencari sumber air di sekitar sungai maupun lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memantau kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Editor : JTV Madiun



















