MAGETAN - Dari sebuah dusun terpencil, lahir kisah inspiratif tentang kemandirian dan pemberdayaan. Sepasang suami istri muda di Dusun Tangkil, Desa Poncol, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, berhasil membangun usaha kulit kebab yang tak hanya menggerakkan roda ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja bagi puluhan perempuan desa.
Usaha rumahan ini dirintis sejak tahun 2021 oleh pasangan Zulfi dan Eka. Keduanya sebelumnya bekerja sebagai karyawan di pabrik kulit kebab di Surabaya. Berbekal pengalaman tersebut, mereka mendapat kepercayaan untuk melanjutkan usaha dari pemilik sebelumnya—sebuah peluang yang kemudian menjadi titik awal perjalanan bisnis mandiri mereka.
Alih-alih menetap di kota, pasangan ini memilih pulang ke kampung halaman dan membangun rumah produksi di desa. Keputusan ini menjadi langkah strategis, tidak hanya untuk mengembangkan usaha, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar.
Fokus utama mereka adalah melibatkan perempuan desa yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap. Secara bertahap, para pekerja dilatih dan dilibatkan dalam seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan adonan, pencetakan, hingga pengemasan kulit kebab.
“Kami ingin usaha ini tidak hanya berkembang, tapi juga bisa membantu warga sekitar, terutama ibu-ibu agar punya penghasilan sendiri,” ujar Zulfi, pemilik usaha.
Tak sekadar bekerja, para pekerja juga mendapatkan keterampilan baru yang meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian mereka.
Seiring waktu, usaha ini terus berkembang. Dari yang awalnya hanya melibatkan beberapa orang, kini jumlah pekerja telah mencapai 44 orang, mayoritas merupakan perempuan dari lingkungan sekitar.“A
walnya hanya beberapa orang, sekarang sudah puluhan. Kami juga terus belajar meningkatkan kualitas produksi agar bisa bersaing,” tambah Eka.
Produk kulit kebab yang dihasilkan pun kini telah menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Jawa Timur, tetapi juga merambah ke Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Lombok. Hal ini menjadi bukti bahwa usaha dari desa pun mampu bersaing di pasar luar daerah.
Dalam hal kesejahteraan, pasangan ini juga berupaya memberikan penghasilan yang layak bagi para pekerjanya. Sistem penggajian diterapkan sesuai standar upah minimum kabupaten, bahkan bagi pekerja berpengalaman diberikan upah lebih tinggi.
Kisah Zulfi dan Eka menjadi contoh nyata bahwa dari sebuah dusun terpencil, dapat tumbuh usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial yang besar bagi masyarakat sekitar.
Editor : JTV Madiun



















