BANGKALAN - Sebuah kisah heroik terjadi di atas Jembatan Suramadu, Bangkalan, Madura. Seorang ibu terpaksa melahirkan di dalam truk akibat kondisi yang tidak memungkinkan untuk menuju rumah sakit.
Proses kelahiran ini dibantu oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Semampir dan diiringi pengamanan ketat oleh personel Samapta Polres Bangkalan yang sedang melakukan patroli.
Kejadian ini bermula saat personel Samapta Polres Bangkalan yang sedang melakukan patroli di Jembatan Suramadu mendapati sebuah truk yang berhenti dan pengemudi truk tersebut membutuhkan pertolongan. Setelah diperiksa, petugas mengetahui bahwa istri dari sopir truk tersebut akan segera melahirkan.
Melihat situasi tersebut, personel Samapta segera membagi tugas. Sebagian anggota meminta pertolongan dari fasilitas kesehatan terdekat, sementara yang lainnya tetap menjaga situasi di sekitar lokasi.
Tidak lama kemudian, petugas kesehatan dari Puskesmas Semampir tiba dengan menggunakan ambulans. Setelah melakukan pemeriksaan, diketahui bahwa kondisi ibu tersebut tidak memungkinkan untuk dibawa ke Puskesmas, sehingga proses kelahiran terpaksa dilakukan di dalam truk, tepat di atas Jembatan Suramadu.
Untuk mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan, personel Samapta Polres Bangkalan segera melakukan pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan di sekitar area kelahiran agar proses persalinan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Setelah melalui proses kelahiran yang berjalan dengan lancar, tangisan bayi pun memecah keheningan di atas Jembatan Suramadu. Setelah itu, petugas kesehatan membawa ibu dan bayi tersebut ke Puskesmas Semampir untuk memastikan kondisi kesehatan keduanya tetap stabil, serta membersihkan ari-ari dari proses kelahiran.
"Jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi anggota Samapta yang sedang berjaga, kemudian seorang sopir truk datang meminta pertolongan kepada anggota kami. Setelah didatangi, kami segera komunikasikan dengan puskesmas terdekat, dan dalam waktu kurang lebih 5 menit, petugas medis sudah tiba di lokasi. Proses persalinannya seluruhnya dilakukan di dalam truk. Setelahnya, ibu dan bayi dibawa ke puskesmas dengan ambulans untuk proses pemotongan ari-ari," jelas Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono.
Selain itu AKBP Hendro juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, pihak kepolisian tidak mengetahui identitas ibu yang melahirkan di lokasi tersebut karena prioritas utama petugas adalah memberikan pertolongan secepat mungkin.
Ia menambahkan, pasangan suami-istri tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Bangkalan menuju Surabaya menggunakan truk trailer. Kejadian ini menjadi bukti nyata bagaimana kerja sama antara pihak kepolisian dan petugas kesehatan bisa menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat. (Moch. Sahid/Intan Putri)
Editor : M Fakhrurrozi