SIDOARJO - Tema mengenai tanda-tanda datangnya hari kiamat menjadi inti sari dalam program “Blusukan Padhange Ati Ramadan” yang tayang di JTV, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini digelar di Masjid Sabilinnajah, Jalan Anusanata No. 47, Dusun Pager, Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam tausiahnya, KH Imam Chambali menegaskan bahwa kiamat adalah kepastian, meskipun waktu terjadinya merupakan rahasia Allah SWT. Menurutnya, saat ini tanda-tanda kiamat kecil sudah banyak terlihat di tengah masyarakat, salah satunya adalah maraknya fitnah dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Sekarang ini fitnah merajalela. Hoaks bertebaran di ponsel. Padahal fitnah itu dosanya lebih kejam daripada pembunuhan,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya tersebut. Ia mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam berbicara maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dampaknya bisa menghancurkan kehormatan seseorang.
Krisis Amanah dan Dekadensi Moral
Baca Juga : Blusukan Padhange Ati Ramadhan, KH Imam Chambali Ungkap Tiga Perbuatan yang Membinasakan
Selain fitnah, KH Imam Chambali menyoroti lemahnya amanah, terutama di kalangan pemegang kekuasaan. Ia menyentil fenomena korupsi yang masih menjamur, padahal jabatan sejatinya adalah titipan ilahi.
“Jabatan itu peparinge (pemberian) Gusti Allah, amanah yang harus dijaga. Kalau tidak merasa itu dari Allah, akhirnya teledor dan berani korupsi,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti rusaknya moral generasi muda, mulai dari pergaulan bebas hingga tindakan nekat yang merugikan nyawa. Baginya, kondisi ini menunjukkan manusia semakin jauh dari tuntunan agama dan lebih menuruti hawa nafsu. “Orang kalau menuruti kemauan, bukan kemampuan, itu tidak ada habisnya. Hidup bisa hancur,” imbuhnya.
Baca Juga : Blusukan Padhange Ati di Sidoarjo: KH Imam Chambali Bedah Tanda-Tanda Kiamat, Dari Hoaks Hingga Amanah
Turunnya Nabi Isa sebagai Tanda Kiamat Besar
Menjelaskan fase kiamat besar, KH Imam Chambali memaparkan tentang turunnya Nabi Isa AS ke bumi. Ia menekankan bahwa kehadiran Nabi Isa kelak bukan untuk membawa agama baru.
“Nanti Nabi Isa turun bukan membawa syariat baru, tetapi meluruskan ajaran Nabi Muhammad SAW. Beliau akan menyampaikan bahwa dirinya adalah hamba dan Rasul Allah,” jelasnya. Turunnya Nabi Isa menjadi pertanda kuat bahwa dunia akan segera berakhir.
Baca Juga : Viral di TikTok! Bukan 'War Takjil', Pengadilan Agama Surabaya Justru Diserbu Fenomena 'War Cerai'
Momentum Memperbaiki Diri
Meski kiamat merupakan hal yang menakutkan, KH Imam Chambali mengajak jemaah menjadikannya sebagai momentum refleksi. Ia mengimbau umat untuk membenahi hubungan dengan Allah (hablum minallah) melalui salat dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).
“Kiamat itu pasti datang. Yang tahu waktunya hanya Allah. Tugas kita saat ini hanyalah mempersiapkan diri dengan amal saleh,” pungkasnya.
Baca Juga : Harga Bahan Pokok di Jatim Meroket Menjelang Ramadan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















