SURABAYA - Kota Surabaya dilanda hujan deras disertai angin kencang pada Senin (2/3/2026) siang. Cuaca ekstrem yang datang mendadak tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik kota, salah satunya di kawasan simpang Jalan Diponegoro.
Berdasarkan video yang viral di media sosial, hujan badai terjadi sejak siang hingga sore hari. Rekaman tersebut memperlihatkan jarak pandang yang sangat terbatas akibat lebatnya hujan, sementara arus kendaraan melambat menyusul adanya batang pohon besar yang menutup sebagian badan jalan.
Selain di kawasan Diponegoro, sejumlah ruas jalan lain seperti perempatan Ciliwung, Gubeng, hingga Arjuno juga dilaporkan terdampak. Pohon tumbang memicu kemacetan panjang karena petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD harus melakukan proses evakuasi serta pembersihan sebelum lalu lintas kembali normal.
Warganet Bandingkan dengan Era Risma
Baca Juga : Pererat Sinergi, Wisma Jerman Surabaya Buka Peluang Karier dan Studi bagi Generasi Muda Jatim
Peristiwa ini pun memicu beragam tanggapan dari warganet. Menariknya, sejumlah komentar di media sosial mulai membandingkan penanganan pohon dan antisipasi musim hujan saat ini dengan era kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Tri Rismaharini.
“Biyen jamane Bu Risma, sak durunge musim hujan mesti antisipasi. Perantingan menyeluruh,” ujar salah satu warganet. Komentar tersebut merujuk pada kebijakan perantingan atau pemangkasan dahan pohon secara masif yang rutin dilakukan sebelum memasuki musim hujan guna meminimalisasi risiko tumbang.
Selain itu, warganet juga menyoroti pemilihan jenis pohon pelindung kota yang dinilai rawan patah. “Pohon seperti ini lebih baik diganti karena rantingnya mudah patah. Di taman kota lebih baik ditanam pohon asam seperti dulu. Pohonnya kuat menahan angin, buah dan daun mudanya juga bermanfaat buat warga,” tulis komentar lainnya.
Baca Juga : BMKG Prediksi Mayoritas Jawa Timur Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan
Soroti Ganti Rugi Kerusakan
Tak sedikit pula masyarakat yang mempertanyakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jika pohon tumbang menyebabkan kerugian materiil bagi warga, seperti kerusakan kendaraan. “Nah, kalau sudah seperti itu, apakah pihak Pemkot bertanggung jawab mengganti rugi korbannya? Padahal kalau warga tebang pohon tanpa izin pasti dikenakan denda,” keluh seorang warganet.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini menjadi peringatan bagi warga untuk lebih waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, terutama ketika melintas di jalur yang banyak ditumbuhi pepohonan besar. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















