SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan siaran rilis mengenai kewaspadaan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur mulai 21–28 Februari 2026.
Sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan deras disertai petir dan angin kencang, di antaranya Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, Kab/Kota Blitar, Kab/Kota Kediri, Kab/Kota Malang, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Kab/Kota Probolinggo, dan Kab/Kota Pasuruan.
Cuaca ekstrem juga terdampak di Jember, Sidoarjo, Jombang, Kab/Kota Mojokerto, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sumenep, Sampang, Pamekasan, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
Dengan potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Jawa Timur, masyarakat diimbau waspada terhadap dampak yang ditimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, puting beliun, serta hujan es.
Baca Juga : BMKG Peringatkan Masyarakat Jawa Timur Waspada Cuaca Ekstrem hingga 10 Maret
Aktifnya monsun Asia menjadi penyebab terjadinya peningkatan cuaca ekstrem. Selain itu, adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, Madden Jullian Oscilation, dan gelombang Rossby yang akan melintasi Jawa Timur.
Suhu muka air laut di Selat Madura masih cukup signifikan dan kondisi atmosfer yang labil mendukung pertumbuhan awan-awan penghujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak yang ditimbulkan. Wilayah dengan topografi bergunung/lereng/curam diharapkan lebih waspada terhadap dampaknya, seperti jalan licin, banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta berkurangnya jarak pandang.
Baca Juga : Jawa Timur Dilanda Cuaca Ekstrem hingga 28 Februari, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
Editor : Khasan Rochmad



















