SURABAYA - Dalam semangat Ramadan 1447 Hijriah, Bank Mandiri menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Jawa Timur melalui program "Mandiri Berbagi Kebaikan", Sabtu (28/2/2026). Kegiatan rutin ini menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat nilai empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, Ustad Usman Umar turut hadir menyampaikan tausiah menjelang waktu berbuka. Beliau menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk membersihkan hati serta memperbanyak amal kebaikan.
Empat Sifat Orang yang Mendapat Ampunan Allah
Dalam ceramahnya, Ustad Usman menyebutkan empat kriteria orang yang akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT:
- Berinfak dalam Kondisi Apa Pun: Mereka yang tetap berbagi, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. “Bukan hanya saat kita memiliki kelebihan. Dalam keadaan kekurangan pun tetap memberi, itulah tanda iman yang benar,” ujarnya.
- Mampu Mengendalikan Amarah: Ramadan melatih umat Islam untuk menahan emosi dan tidak mudah tersulut amarah dalam kondisi seberat apa pun.
- Pemaaf terhadap Sesama: Memaafkan merupakan bentuk kelapangan hati yang mendekatkan seseorang pada rahmat dan pengampunan Allah.
- Ihsan (Berbuat Baik): Allah mencintai hamba-Nya yang gemar berbuat baik. Sedekah menjadi bagian dari kebajikan yang berdampak sosial sekaligus bernilai spiritual.
“Terlebih di bulan Ramadan yang penuh ampunan ini, setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah,” jelas Ustad Usman.
Menjangkau 114 Ribu Penerima Manfaat
Pesan tentang keutamaan berbagi tersebut selaras dengan pelaksanaan program "Mandiri Berbagi Kebaikan". Sepanjang Ramadan tahun ini, Mandiri Group menyalurkan bantuan kepada lebih dari 114 ribu penerima manfaat, mulai dari anak yatim piatu, lansia, duafa, hingga masyarakat rentan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Apresiasi datang dari Tarra Salzabilla, pendamping Panti Nuraini Mandiri. Ia mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat menopang kebutuhan anak-anak asuhnya, khususnya di sektor pendidikan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu dan duafa di sini. Rencananya akan kami gunakan untuk kebutuhan pendidikan serta membantu operasional sehari-hari,” ungkap Tarra.
Melalui kegiatan ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai tradisi berbuka bersama, tetapi juga sebagai ajang menghadirkan nilai kepedulian yang nyata bagi mereka yang membutuhkan. (Luluk Listiani)
Editor : Iwan Iwe



















