BLRITAR - Apa jadinya jika turnamen futsal berhadiah kambing dan bebek? Hal unik inilah yang dihadirkan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Blitar dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Tak sekadar mengejar trofi dan uang pembinaan, para pemenang turnamen justru berkesempatan membawa pulang hewan ternak sebagai hadiah.
Turnamen futsal yang digelar pada Senin (31/8/2026) ini diikuti enam tim yang berasal dari sejumlah instansi. Peserta di antaranya mewakili Pemerintah Kabupaten Blitar, Kejaksaan Negeri Blitar, Pengadilan Agama Blitar, Pengadilan Negeri Blitar, serta dua tim dari Peradi Blitar. Dengan format setengah kompetisi, seluruh tim bertanding untuk mengumpulkan poin dan menentukan posisi terbaik. Setiap pertandingan berlangsung dalam dua babak dengan durasi masing-masing 10 menit.
Meski dikemas dalam format mini, persaingan di lapangan tetap berlangsung kompetitif. Para pemain saling menyerang dan bertahan demi mengamankan kemenangan. Namun, semangat pertandingan tetap dijaga dalam suasana yang sportif.
Pengurus DPC Peradi Blitar, Hendi Priono, mengatakan turnamen tahun ini melibatkan enam tim dari berbagai instansi.
“Kalau dari tahun ini kita mengundang ada empat tim, dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, kemudian dari Pemkot dan gabungan dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar. Sementara dari kejaksaan mengeluarkan dua tim, jadi ada enam tim,” ujar Hendi.
Bukan Sekadar Berebut Kemenangan
Di balik pertandingan yang kompetitif, turnamen ini memiliki tujuan yang lebih luas. Peradi Blitar menjadikan olahraga sebagai ruang untuk mempererat hubungan antarlembaga yang selama ini berinteraksi dalam berbagai urusan pekerjaan.
Pertemuan di lapangan futsal membuat pegawai dari berbagai instansi dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai. Nilai kebersamaan, sportivitas, dan kekeluargaan menjadi bagian penting dari kegiatan yang digelar dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut. Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan seremonial. Olahraga dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kebersamaan lintas instansi.
Hal paling menarik dari turnamen ini tentu terletak pada hadiahnya. Jika kompetisi futsal umumnya menawarkan trofi, medali, atau uang pembinaan, Peradi Blitar menghadirkan hadiah yang tidak biasa.
Juara pertama mendapatkan seekor kambing. Sementara itu, juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh hadiah berupa bebek.
Hadiah tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menambah semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Di tengah persaingan memperebutkan posisi terbaik, para peserta juga mendapatkan pengalaman berbeda dari turnamen futsal pada umumnya.
Melalui kegiatan ini, Peradi Blitar tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai instansi dalam suasana akrab, sportif, dan penuh semangat kemerdekaan.
Editor : Iwan Iwe



















