LUMAJANG - Pasca bencana banjir lahar Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu sore (5/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang berencana memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga sepekan ke depan. Keputusan ini diambil setelah hasil asesmen menunjukkan dampak signifikan terhadap lahan pertanian dan akses permukiman warga.
Berdasarkan hasil pendataan BPBD Lumajang, banjir lahar tersebut telah merendam hingga menyapu sekitar 30 hektar lahan persawahan di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Selain itu, sebanyak 998 keluarga di empat dusun di desa setempat terisolasi karena akses jalan menuju wilayah kota terputus akibat material lahar.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Is Nugroho, menyampaikan bahwa masa tanggap darurat yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Jumat, 7 November, akan diperpanjang selama satu minggu ke depan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemulihan dan penanganan dampak bencana berjalan optimal di tengah potensi curah hujan tinggi.
“Untuk ke depan, rencananya kami akan memperpanjang masa tanggap darurat banjir dan tanah longsor. Kemarin kan sampai tanggal 7, nanti kami ajukan seminggu lagi kepada Bupati karena sesuai aturan masa perpanjangan itu bisa tiga kali dan melihat kondisi sekarang kami mengambil langkah ini,” ujarnya.
Baca Juga : Gunung Semeru Luncurkan 3 Kali Awan panas
Ia menambahkan, BPBD bersama warga dan petugas gabungan akan bergotong royong membuka kembali akses jalan antar Kecamatan Pasirian dan Tempursari yang terputus akibat banjir lahar.
“Saya juga setuju agar aliran air bisa lurus ke lubang jembatan. Untuk itu dibutuhkan alat berat yang nantinya akan disediakan oleh PU SDA Provinsi,” imbuhnya.
Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat, BPBD Lumajang berkomitmen mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta memastikan kebutuhan dasar warga yang masih terisolasi dapat segera terpenuhi. (Fadillah Putri)
Baca Juga : Banjir Lahar Penambang Terjebak Banjir, Akses Antar Kecamatan Terputus
Editor : M Fakhrurrozi


















