MOJOKERTO - PT Ajinomoto Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem halal nasional melalui program fasilitasi sertifikasi halal Self Declare bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Program yang dimulai pada 2025 dengan melibatkan hingga 100 UMKM di wilayah Jabodetabek dan Karawang, kini berkembang signifikan. Kini, program akan menjangkau hingga 500 UMKM yang tersebar di Jabodetabek, Karawang, dan Mojokerto.
Pemberian sertifikasi halal bagi UMKM di ketiga wilayah tersebut ditandai dengan seremonial pengesahan kerja sama dalam mendukung percepatan sertifikasi halal yang diselenggarakan oleh PT Ajinomoto Indonesia di Pabrik Mojokerto, Kamis (30/4/2026).
Acara dihadiri oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Albarraa, Lc.,M.Hum., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Noerhono, S.Sos., M.M., Ketua Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Pusat Halal Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. H. Abdul Rahem, M.Kes., Apt., Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kab. Mojokerto. Turut hadir, para pelaku UMKM dari wilayah Mojokerto dan sekitarnya.
Baca Juga : UMKM Binaan BRI Tembus Pasar Global di FHA Singapura 2026
Melalui inisiatif ini, Ajinomoto Indonesia berupaya mendukung pelaku UMKM agar lebih siap memenuhi kewajiban sertifikasi halal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga mendorong pemahaman dan penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara menyeluruh dalam proses produksi sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, Ajinomoto Indonesia memberikan fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal melalui skema Self Declare serta pendampingan terpadu bersama LP3H, mulai dari edukasi SJPH, asistensi pemenuhan dokumen, hingga pengajuan sertifikat halal.
Skema ini dirancang untuk mempermudah UMKM dalam menjalani proses sertifikasi secara efektif, sesuai ketentuan yang berlaku, dan berkontribusi pada peningkatan mutu produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional.
Baca Juga : Pemberdayaan BRI Dorong Desa Sumberejo Pacitan Jadi Motor Ekonomi Desa
“Kami mendorong berbagai sektor untuk ikut membantu UMKM ini. Dari pemerintah kabupaten juga ada dan kami berterima kasih dengan adanya keterlibatan swasta yang ikut mendukung UMKM dalam mendapatkan sertifikat halal ini," ujar Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa.
Pada kesempatan ini, Abdul Rahem, Ketua Halal Center UNAIR, menegaskan urgensi sertifikasi halal sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen sekaligus peningkatan daya saing pelaku usaha.
"Pelaku usaha mikro dan kecil wajib mengantongi sertifikas halal sebelum 18 Oktober 2026. Hal ini untuk memperkuat pemahaman UMKM, ia turut mengangkat sejumlah kasus di masyarakat terkait lemahnya ketelusuran bahan baku yang berpotensi tidak memenuhi standar kehalalan, sebagai pembelajaran penting bagi para pelaku usaha.
Baca Juga : Dari Dapur Lokal, Bumbu Instan Tanpa MSG Ini Tembus Pasar Ekspor Berkat LinkUMKM BRI

Sementara itu, Samsul Bakhri, Direktur PT Ajinomoto Indonesia mengatakan, sertifikasi halal untuk UMKM Mojokerto ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Ajinomoto Indonesia dalam membangun ekosistem halal yang terbuka dan dapat dinikmati bersama.
"Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan LP3H diharapkan dapat membantu UMKM menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga dapat tumbuh bersama masyarakat. Dengan semakin banyaknya produk UMKM yang bersertifikat halal, masyarakat juga akan semakin mudah menemukan produk yang terjamin kehalalannya,” ujar Samsul Bakhri.
Baca Juga : Dari Satu ke Seratus Ekor, Usaha Susu Kambing Ras Farm Berkembang lewat Dukungan KUR BRI
Hermawan Prajudi, Direktur sekaligus Koordinator Auditor Halal Internal (AHI) PT Ajinomoto Indonesia, menambahkan, dukungan terhadap sertifikasi halal bagi UMKM di sekitar perusahaan adalah wujud nyata komitmen PT Ajinomoto Indonesia dalam memperkuat ekosistem halal nasional.
"Sertifikasi halal untuk UMKM ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan akses dan dukungan yang berkelanjutan," tambahnya.
Hermawan juga menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi prinsip ASV (Ajinomoto Shared Value), yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga : Kisah Nia Anggraini, Perempuan Tangguh yang Tumbuh Bersama PNM Mekaar dan BRI
"Ke depan, perusahaan berharap program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi UMKM," pungkasnya.
Program sertifikasi halal ini disambut antusias pelaku UMKM di Kabupaten Mojokerto.
“Sertifikat halal yang kami peroleh melalui program ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk kami yang aman, higienis, dan sesuai syariat. Dengan adanya sertifikat halal, produk kami memiliki nilai tambah dibandingkan kompetitor yang belum memilikinya, sehingga semakin diminati di pasar,” ujar Puspita Dewi, pemilik usaha “Kue Nenek”, penerima manfaat Program Sertifikasi Halal tahun 2025.
Ke depan, Ajinomoto Indonesia berharap inisiatif ini dapat terus mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan di Indonesia.
Dengan semakin banyaknya produk UMKM yang bersertifikat halal, masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung, sehingga konsumen semakin aman, nyaman, dan yakin dalam mengonsumsi produk makanan UMKM yang terjamin kehalalannya.

Tentang Grup Ajinomoto Indonesia
Ajinomoto merupakan produsen bumbu penyedap makanan yang telah tumbuh bersama keluarga Indonesia dengan menghadirkan kelezatan di setiap masakan melalui layanan dan produk-produk yang halal serta berkualitas sejak 1969.
Grup Ajinomoto Indonesia merumuskan filosofi baru dengan memposisikan diri sebagai perusahaan yang memiliki tujuan: “Memperkuat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui “AminoScience”.
Guna mencapai tujuan besar ini, Grup Ajinomoto Indonesia memiliki inisiatif Health Provider yang dalam setiap aktivitasnya berpegang pada nilai Ajinomoto Group Creating Shared Value (ASV) dan berfokus pada pilar: health and well-being, food resources, dan global sustainability.
Melalui slogan globalnya ’Eat Well, Live Well’, Grup Ajinomoto Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Indonesia, dalam membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus melangkah ke arah bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Hingga saat ini, Ajinomoto telah mencetak pencapaian luar biasa yang menandakan kekuatan dan ketangguhan sebuah perusahaan yang dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















