PROBOLINGGO - Pemerintah Kota Probolinggo memberikan apresiasi kepada para guru yang terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Apresiasi itu diberikan dalam kegiatan Anugerah Inovasi Media Pembelajaran PAUD dan PNF Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo di ballroom salah satu hotel di Kota Probolinggo, Rabu (3/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti.
Sebanyak ratusan guru mengikuti seleksi dengan menampilkan berbagai karya media pembelajaran yang telah mereka kembangkan. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 50 peserta berhasil lolos ke tahap final.
Para pemenang, mulai juara pertama hingga juara harapan tiga, memperoleh piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Bunda PAUD, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengapresiasi kreativitas dan inovasi para guru PAUD dan Pendidikan Nonformal atau PNF yang mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut Aminuddin, perkembangan teknologi harus menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kita melihat sendiri bagaimana guru-guru kita ternyata memiliki kreativitas yang luar biasa. Mereka mampu membuat berbagai media pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin cepat,” ujar Aminuddin.
Ia menilai pendidikan pada jenjang PAUD dan PNF memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak. Karena itu, menurutnya, kualitas dan kreativitas guru harus terus ditingkatkan.
“Pendidikan dasar itu menjadi pondasi. Kalau sejak awal anak-anak mendapatkan pembelajaran yang baik, menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan zamannya, tentu ke depan akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan mereka,” katanya.

Aminuddin menegaskan, pemanfaatan teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial bukan berarti menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Teknologi tidak menggantikan guru. Justru teknologi harus menjadi alat bantu bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, lebih efektif dan lebih menyenangkan bagi anak-anak,” tegasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani mengatakan peran guru sangat besar dalam menentukan keberhasilan pendidikan dan perkembangan anak.
Menurutnya, guru menjadi salah satu faktor penting dalam membangun dasar kemampuan, karakter dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.
“Guru merupakan salah satu dasar dari kesuksesan anak-anak kita. Karena itu, kreativitas dan kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran sangat menentukan perkembangan anak, terutama pada masa usia dini,” ujar Evariani.
Ia berharap para guru tidak takut menghadapi perkembangan teknologi. Sebaliknya, para pendidik diharapkan dapat terus belajar dan memanfaatkan teknologi secara positif dalam proses pembelajaran.
“Saat ini teknologi berkembang sangat cepat. Kita tidak bisa menutup mata. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana teknologi itu bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pendidikan dan menjadi media pembelajaran yang mendukung perkembangan anak,” katanya.
Evariani juga mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan oleh para peserta. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan bahwa para guru di Kota Probolinggo mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Saya sangat mengapresiasi para guru yang sudah berani berinovasi. Harapannya, semangat seperti ini terus berkembang sehingga pembelajaran di PAUD maupun pendidikan nonformal semakin kreatif, inovatif dan menyenangkan,” tambahnya.
Puncak Anugerah Inovasi Media Pembelajaran PAUD dan PNF 2026 ini sekaligus menjadi wadah bagi para guru untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mengembangkan media pembelajaran.
Pemerintah Kota Probolinggo berencana kembali menggelar anugerah serupa pada 2027 mendatang. Diharapkan kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak guru untuk menciptakan inovasi dan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada kompetisi dan pemberian penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana inovasi ini terus dikembangkan dan benar-benar memberikan manfaat dalam proses pembelajaran,” pungkas Aminuddin. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















