MAGETAN - Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Magetan 2026 menjadi perhatian DPRD. Sejumlah usulan anggaran kembali dikaji, termasuk rencana alokasi sekitar Rp5 miliar untuk perbaikan toilet sekolah.
Rencana tersebut sempat menuai sorotan karena anggaran perbaikan toilet diusulkan menyasar 235 desa dan kelurahan. Di sisi lain, masih terdapat sekitar 90 ruang kelas sekolah negeri yang membutuhkan perbaikan.
Kondisi tersebut membuat DPRD perlu memastikan setiap program yang masuk dalam KUA-PPAS benar-benar sesuai dengan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan KUA-PPAS menjadi tahapan penting karena dokumen tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dan DPRD dalam menentukan arah serta prioritas belanja pada perubahan APBD 2026.
Selain usulan perbaikan toilet sekolah, pembahasan perubahan APBD juga mempertimbangkan adanya tambahan dana kurang bayar dari pemerintah pusat sekitar Rp38 miliar. Tambahan anggaran tersebut turut menjadi bagian dari penyesuaian dalam perubahan APBD.
Ketua DPRD Magetan, Riyyin Nur Asiyah, mengatakan seluruh usulan program akan dibahas secara cermat sebelum ditetapkan menjadi bagian dari APBD Perubahan 2026.
Menurutnya, pembahasan harus mengedepankan data, tingkat urgensi, serta manfaat setiap program bagi masyarakat. DPRD juga akan memastikan kemampuan keuangan daerah menjadi pertimbangan dalam menentukan program yang akan diprioritaskan.
Hasil pembahasan KUA-PPAS selanjutnya akan menjadi acuan dalam penyusunan dan penetapan APBD Perubahan Kabupaten Magetan 2026.
Editor : JTV Madiun



















