PROBOLINGGO - Warga sekitar Perempatan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, digegerkan dengan penemuan jasad seorang anak jalanan di belakang sebuah warung kopi, Senin (22/6/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka parah di bagian wajah yang diduga akibat tindak kekerasan.
Korban diketahui bernama Andika Wahyu Santoso (22), warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Sehari-hari, korban dikenal sebagai manusia silver yang kerap meminta uang di lampu lalu lintas Perempatan Pilang.
Korban pertama kali ditemukan oleh Mariyam (65), warga Kelurahan Pilang, pemilik warung kopi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Awalnya, saksi mengira korban hanya tertidur akibat pengaruh minuman keras.
"Saya habis cuci piring, lalu mau menyapu. Saya lihat ada kaki tergeletak di belakang warung. Saya panggil, 'Dika... Dika... Dika...' tapi tidak ada jawaban. Saya tidak berani mendekat, lalu saya panggil Pak RT dan Pak RW," ujar Mariyam saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Mariyam, dirinya sempat menduga korban sedang mabuk karena sering nongkrong di sekitar warungnya bersama sejumlah teman.
"Saya kenal Dika. Dia sering ngopi di sini. Kerjanya manusia silver di lampu merah Pilang. Karena tidak bangun-bangun, saya takut dan langsung memanggil warga," tuturnya.
Saat warga mendekat, tubuh korban diketahui sudah dalam kondisi kaku. Korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.
Penemuan jasad itu langsung mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Lokasi kejadian pun dipadati warga yang penasaran.
Petugas Inafis Satreskrim Polres Probolinggo Kota yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah bercak darah di sekitar lokasi serta sebuah batu berukuran besar yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.
Selain itu, pada tembok di sekitar TKP juga ditemukan percikan darah yang menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan berat sebelum meninggal dunia.
Kapolsek Kademangan Kompol Suharsono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban.
"Kami telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya batu berukuran besar yang terdapat bercak darah serta botol plastik bekas minuman keras," kata Kompol Suharsono.
Menurut Suharsono, luka yang dialami korban mengarah pada dugaan tindak pembunuhan.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat tindak kekerasan. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan pelaku merupakan orang yang mengenal korban. Sejumlah saksi yang diketahui sempat bersama korban sebelum kejadian saat ini masih dimintai keterangan.
"Kami sedang mendalami siapa saja yang terakhir bersama korban. Semua kemungkinan masih kami selidiki," tambahnya.
Guna kepentingan penyelidikan dan autopsi, jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Hingga Senin siang, petugas masih melakukan pengumpulan barang bukti dan memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kematian tragis anak jalanan tersebut. (*)
Editor : M Fakhrurrozi















