Menu
Pencarian

Wisata Bromo Kembali Dibuka, Momen Matahari Terbit Jadi Buruan Wisatawan

Farid Fahlevi - Kamis, 20 Agustus 2026 15:30
Wisata Bromo Kembali Dibuka, Momen Matahari Terbit Jadi Buruan Wisatawan
Sunrise menjadi salah satu momen yang ditunggu wisatawan saat berkunjung ke Bromo. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan, pada Kamis (20/8/2026).

Dibukanya kembali wisata Bromo disambut antusias wisatawan setelah ditutup dua pekan akibat kebakaran hutan dan lahan. Seluruh pintu masuk Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang, dibuka.

Pembukaan kembali Bromo menjadi momen yang dinanti. Setelah beberapa hari kawasan ini hanya bisa dipandang dari kejauhan akibat kepulan asap dan kobaran api, kini wisatawan kembali dapat menyaksikan lanskap Bromo secara langsung.

Namun, ada satu momen yang paling diburu wisatawan. Bukan kawah, bukan pula hamparan pasir. Melainkan detik-detik ketika cahaya matahari perlahan muncul dari balik perbukitan.

Baca Juga :   Ojek Kuda Terdampak Kebakaran Bromo, 9 Hari Hidup Tanpa Penghasilan

Pagi masih gelap ketika wisatawan mulai bergerak menuju sejumlah titik pandang. Udara dingin menusuk, sementara siluet perbukitan perlahan mulai terlihat.

Tak lama kemudian, warna jingga muncul di ufuk timur. Cahaya matahari perlahan menyapu perbukitan, menciptakan gradasi warna yang membuat bentang alam Bromo kembali terlihat dramatis.

Bagi wisatawan, momen sunrise menjadi cara pertama untuk kembali menyapa Bromo setelah kawasan ini sempat ditutup akibat kebakaran.

Baca Juga :   Wagub Jatim Cek Kondisi Bromo, Hutan dan Lahan yang Terbakar Capai 520 Hektare

Yayang Andriani, wisatawan asal Palembang, mengaku sangat senang akhirnya bisa kembali datang ke Bromo bersama keluarganya.

Menurutnya, perjalanan ke Bromo sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Namun, rencana tersebut harus tertunda karena kawasan wisata ditutup selama penanganan karhutla.

“Kami memang sudah lama ingin ke Bromo bersama keluarga. Karena kemarin ada kebakaran, akhirnya harus menunggu. Sekarang dibuka, kami senang sekali bisa datang,” ujar Yayang.

Baca Juga :   Libur panjang, 6 Ribu Wisatawan Kunjungi Wisata Gunung Bromo

Bagi Yayang, menyaksikan matahari terbit menjadi pengalaman pertama yang ingin dinikmati saat menginjakkan kaki di Bromo.

Ia menyebut, keindahan sunrise menjadi salah satu alasan utama dirinya dan keluarga memilih Bromo sebagai tujuan wisata.

“Yang paling ditunggu tentu sunrise. Kami ingin melihat matahari terbit langsung dari sini, karena pemandangannya memang sangat indah,” katanya.

Baca Juga :   Viral! Turis China dan Driver Ojol Diintimidasi di Probolinggo, Diduga Sopir Angkutan Bromo

Usai matahari mulai meninggi, aktivitas wisatawan berlanjut. Mereka menyusuri hamparan pasir, menikmati lanskap savana, hingga mendekati kawasan kawah Bromo.

Kembalinya wisatawan juga menjadi tanda bahwa denyut pariwisata di kawasan Bromo kembali bergerak setelah sempat terhenti selama penanganan kebakaran.

Hingga Kamis siang, lebih dari seribu wisatawan tercatat telah memasuki kawasan Bromo melalui empat pintu masuk.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I TNBTS, Septi Eka Wardani, mengatakan pembukaan dilakukan setelah kondisi kawasan dinilai memungkinkan untuk kembali menerima kunjungan wisatawan.

“Mulai tanggal 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB, kawasan Bromo sudah kembali dibuka melalui empat pintu masuk,” ujar Septi.

Menurut Septi, hingga Kamis siang jumlah wisatawan yang masuk telah mencapai lebih dari seribu orang. Mereka datang melalui pintu masuk Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

“Sampai siang ini sudah ada lebih dari seribu wisatawan yang masuk dari empat pintu. Antusiasme wisatawan cukup baik,” katanya.

Meski kembali dibuka, pengelola meminta wisatawan tidak lengah. Pasalnya, kawasan Bromo baru saja melewati masa panjang penanganan karhutla.

Septi mengingatkan seluruh pengunjung untuk ikut menjaga kawasan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk tidak menyulut api selama berada di kawasan TNBTS,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi penting, mengingat api yang sempat membakar kawasan Bromo berdampak cukup luas dan membuat aktivitas wisata harus dihentikan sementara. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.