SIDOARJO - Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) menjalankan program pemberdayaan bagi UMKM perempuan binaan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo pada Selasa, 19 Agustus 2026. Program berjudul "Pemberdayaan UMKM Perempuan Binaan 'Aisyiyah Sidoarjo melalui Keuangan Syariah dan Pemasaran Berbasis Etika Islam" ini menyasar pelaku usaha mikro yang bergerak di bidang pangan halal, produk olahan, hingga kerajinan.
Program yang dilaksanakan pada Kantor Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Sidoarjo, Jalan Mojopahit No. 666B, ini menjawab dua persoalan utama yang selama ini menghambat pertumbuhan usaha mitra, yakni lemahnya tata kelola keuangan dan belum tertatanya strategi pemasaran. Sebagian besar pelaku UMKM masih mencampur keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, belum memiliki pencatatan yang tertib, serta mengandalkan promosi yang bersifat konvensional.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim menghadirkan dua inovasi berbasis teknologi. Yang pertama, SIKAS Syariah (Sistem Kas Syariah), sebuah aplikasi pencatatan keuangan yang membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan usaha dari rumah tangga, serta menyusun laporan sederhana yang selaras dengan prinsip transparansi, kejujuran, dan keadilan. SIKAS Syariah juga dilengkapi Kalkulator Harga Pokok Produksi (HPP) yang membantu pelaku UMKM menghitung biaya produksi secara lebih tepat, sehingga mereka dapat menetapkan harga jual yang wajar, menguntungkan, sekaligus berkeadilan sesuai prinsip bisnis Islam. Inovasi kedua, PASAR Amanah, berupa katalog digital yang memungkinkan produk UMKM ditampilkan secara rapi dan informatif melalui foto, deskripsi, harga, serta kontak pemesanan dalam satu etalase daring.
"Kami ingin UMKM perempuan tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh secara mandiri dan berdaya saing. Penguatan keuangan syariah dan pemasaran yang beretika menjadi fondasi agar usaha mereka berjalan lebih tertata dan berkelanjutan," ujar Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Nisful Laila, S.E., M.Com.
Baca Juga : BRI Salurkan KUR Rp103,81 Triliun hingga Juni 2026 untuk Ekonomi Danantara
Melalui pendekatan hilirisasi ilmu, keahlian dosen di bidang keuangan syariah dan manajemen bisnis diterjemahkan menjadi alat bantu praktis, seperti aplikasi SIKAS Syariah dan katalog PASAR Amanah, yang langsung menyentuh kebutuhan harian mitra. Keterlibatan mahasiswa dan alumni dalam pendampingan juga menegaskan peran UNAIR dalam menumbuhkan kepekaan sosial civitas akademika sekaligus memperkuat jejaring perguruan tinggi dengan komunitas.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi. Pada aspek manajemen usaha, peserta dilatih menyusun pencatatan arus kas dan menghitung harga pokok produksi secara adil. Sementara pada aspek pemasaran, peserta didampingi menyusun strategi promosi yang jujur dan transparan sesuai etika bisnis Islam, memanfaatkan media sosial serta katalog digital. Pendampingan pembuatan website dilakukan dalam kelompok kecil agar setiap peserta memperoleh bimbingan yang lebih intensif dan personal.
Manfaat program dirasakan langsung oleh para peserta. Amri Husniati, pemilik usaha katering "Pawon Mbak Ami" yang telah berjalan sekitar lima tahun dengan produk andalan seperti wader kriuk, mengaku kegiatan ini membuka wawasan barunya. Pendampingan pembuatan website dalam kelompok kecil terasa lebih personal dan efektif. Selama ini ia memasarkan produk melalui WhatsApp dan Facebook, meski telah memiliki akun Instagram dan Shopee yang belum dioptimalkan karena keterbatasan tenaga. Ia juga mengakui kerap menunda pencatatan keuangan yang selama ini dilakukan secara manual, sehingga adanya aplikasi pencatatan kas dapat memudahkan operasional usahanya. "Harapan saya, materi ini tidak berhenti di kami saja," ujarnya, seraya berharap semakin banyak pelaku UMKM pemula yang dapat memperoleh pengetahuan serupa.
Baca Juga : BRI dan Danantara Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UMKM Naik Kelas hingga Pelosok Negeri
Apresiasi juga datang dari mitra penyelenggara. "Program ini benar-benar membawa dampak positif pada pelaku UMKM binaan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Sidoarjo. Semoga ke depannya terdapat program yang berkelanjutan untuk mendampingi UMKM binaan kami agar terus tumbuh dan berkembang," kata Djumiyati, S.Pd., M.M., Wakil Ketua yang membidangi Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Sidoarjo.
Program pengabdian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin kesetaraan gender serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui penguatan kapasitas perempuan sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi, program diharapkan mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi komunitas berbasis nilai-nilai Islam.
Selain Prof. Nisful Laila, S.E., M.Com., tim pengabdian beranggotakan Dr. Himmatul Kholidah, S.EI., M.SEI. dan Lina Nugraha Rani, S.E., M.Si., dengan dukungan mahasiswa dan alumni Universitas Airlangga. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra sejak perencanaan hingga evaluasi, tim berharap manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan bahkan setelah kegiatan selesai.
Editor : Iwan Iwe

















