PONOROGO - Warga Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo, bersama petani, relawan, anggota TNI dari Kodim Ponorogo, dan Brimob, bahu-membahu menanam ribuan bibit tanaman keras dan produktif di perbukitan, Kamis (5/12/2024).
Kegiatan reboisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi ancaman bencana longsor yang kerap terjadi setiap musim penghujan, serta mengatasi kekeringan yang mengancam pasokan air bersih di musim kemarau.
Meski harus melintasi medan terjal dan ekstrem, semangat warga tetap tinggi. Penanaman pohon dimulai sejak pagi hari dan menyasar berbagai titik, termasuk sekitar mata air dan kawasan rawan longsor.
Desa Wates dipilih karena termasuk wilayah rawan longsor dan banyak mata air yang sudah mengering, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
Baca Juga : Warga Ponorogo Bersama TNI-Polri Lakukan Reboisasi untuk Cegah Longsor dan Kekeringan
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan TNI, Polri, dan relawan. Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama untuk mengurangi risiko longsor dan memastikan ketersediaan air bersih." ujar Saregat, seorang warga setempat.
Menurut Letkol Inf. Dwi Soerjono, Dandim Ponorogo, menjelaskan tujuan dari kegiatan penanman pohon ini serta menghimbau masyarakat untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar tumbuh dengan baik dan tidak rusak.
"Dengan penanaman pohon ini, kami berharap bencana longsor bisa ditekan dan ketersediaan sumber air bersih tetap terjaga. Selain itu, masyarakat harus ikut menjaga dan merawat pohon-pohon ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang." ungkapnya.
Baca Juga : TNI-POLRI Bersinergi, Gelar Karya Bakti Bersihkan Masjid se-Mojokerto Raya
Kegiatan reboisasi di Ponorogo ini menunjukkan kepedulian warga dan aparat setempat dalam menjaga lingkungan. Dengan perawatan yang baik, diharapkan hasil penanaman ini dapat mengurangi bencana longsor dan menyediakan sumber air yang cukup bagi masyarakat.(Ega Patria/Selvina Apriyanti)
Editor : Iwan Iwe