JAKARTA - Selebgram Karin Novilda, atau yang lebih dikenal sebagai Awkarin, mendadak menjadi sorotan publik usai mengungkap dugaan upaya penjebakan kasus narkoba yang mengarah pada dirinya.
Melalui akun Instagram pribadinya, @narinkovilda, selebgram berusia 28 tahun itu mengunggah momen saat dirinya menjalani tes urine di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/2/2026). Langkah tersebut diambil sebagai bentuk klarifikasi dan pembuktian bahwa dirinya bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Dalam unggahan Instagram Story-nya, Awkarin mengaku mendapatkan informasi dari seseorang yang memperingatkannya soal rencana penjebakan tersebut. Namun, ia menanggapi kabar miring itu dengan tenang.
“Ada burung kecil berkicau nih, mengabari gue katanya gue mau dijebak narkoba sama orang. Nggak takut sih, karena gue nggak pernah menyentuh barang terlarang dan ilegal tersebut,” tulis Awkarin dalam unggahannya.
Tak ingin isu berkembang liar, Awkarin langsung mengambil langkah preventif dengan menjalani tes medis. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk transparansi kepada publik sekaligus upaya menjaga nama baiknya di industri hiburan. Berdasarkan hasil tes yang ia bagikan, ia dinyatakan negatif dari segala jenis zat terlarang. Dengan hasil tersebut, Awkarin menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sebagaimana yang dirumorkan.
Ia pun memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang diduga mencoba menjatuhkannya melalui skenario penjebakan. “Bukti sudah ada. Jadi kalau nanti ada isu aneh-aneh, kalian tahu ya kebenarannya,” tegasnya dalam unggahan lanjutan.
Langkah terbuka yang diambil Awkarin ini mendapat respons luas dari warganet. Banyak netizen memberikan dukungan dan apresiasi atas keberaniannya menghadapi isu sensitif tersebut secara transparan dan cepat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan penjebakan tersebut. Namun, klarifikasi mandiri yang dilakukan Awkarin dinilai efektif agar isu tidak berkembang menjadi fitnah yang merugikan kariernya. Kasus ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama terkait tudingan serius yang menyangkut ranah hukum. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















